medisweb.com

Berbagai Macam Penyebab Mual di Malam Hari & Pengobatannya

Simak beragam penyebab mual di malam hari dan pengobatannya berikut.

Mengalami mual di malam hari tentu sangat tidak mengenakkan. Betapa tidak, waktu malam yang seharusnya menjadi momen melepas penat dan tidur justru tak bisa dimanfaatkan secara maksimal lantaran harus berjibaku dengan sensasi mual yang datang menyerang.

Ditambah lagi, kemunculan mual sering disertai pula dengan keluhan lain seperti muntah, ketidaknyamanan di dada, sakit kepala, pusing dan lain sebagainya. Timbulnya sensasi mual di malam hari ini sendiri dapat disebabkan oleh sejumlah hal yang bersifat fisik ataupun psikis, seperti gangguan kecemasan, GERD, tukak lambung, gastroparesis, dll.

Untuk lebih memahami, simak berbagai penyebab mual di malam hari & pengobatannya berikut:

1. Gangguan Kecemasan

Salah satu penyebab seringnya mengalami mual di malam hari adalah gangguan kecemasan (anxiety disorder). Suasana di malam hari yang cenderung sunyi dan sedikit hal yang memicu distraksi membuat seseorang dengan gangguan kecemasan cenderung memikirkan kekhawatiran atau masalah yang dialaminya.

Kondisi tersebut lantas menyebabkan timbulnya gejala kecemasan, termasuk mual, jantung yang berdebar-debar, berkeringat, bernapas cepat dan lainnya. Berbeda pada siang hari, dimana pikiran banyak teralihkan dan terfokus dengan deretan tugas yang harus diselesaikan sehingga lebih sedikit celah untuk merasa cemas.

Selain berupaya menyibukkan diri dengan beragam kegiatan yang positif, beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan diantaranya yakni:

2. GERD

Penyakit asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah suatu kondisi di mana asam lambung dan makanan dari dalam lambung terdorong atau mengalir kembali ke atas. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang berada di kerongkongan bagian bawah.

Munculnya gejala GERD berupa rasa terbakar di dada, mulut terasa asam dan mual di malam hari seringkali dipicu akibat kebiasaan makan larut malam atau makan dekat waktu tidur. Beberapa opsi pengobatan yang paling umum untuk masalah GERD meliputi:

3. Tukak Lambung

Tukak lambung atau ulkus peptikum terjadi akibat adanya pengikisan selaput lambung yang utamanya disebabkan oleh infeksi bakteri H.pylori. Timbulnya gejala mual dan nyeri ulu hati di antara waktu makan, saat malam hari atau pagi-pagi sekali memang merupakan karakteristik dari gejala tukak lambung.

Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tukak lambung antara lain:

4. Gastroparesis

Kemungkinan penyebab mual di malam hari lainnya adalah gastroparesis. Suatu bentuk gangguan pada otot lambung yang menyebabkan lambatnya gerakan lambung untuk mengosongkan makanan atau mendorong makanan ke usus.

Keluhan yang sering dirasakan penderitanya yakni cepat merasa kenyang, mual, muntah, perut kembung, nyeri ulu hati, penurunan nafsu makan juga berat badan. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang terkena gastroparesis yaitu diabetes, scleroderma, infeksi, efek samping obat-obatan seperti opioid, antidepresan, dll.

Pengobatan gastroparesis meliputi:

5. Sindrom Muntah Siklik

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, keluhan mual dan muntah yang sering dialami di malam hari dapat disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut dengan sindrom muntah siklik. Bentuk kelainan langka yang menyebabkan episode berulang mual dan muntah yang parah.

Sindrom muntah siklik dapat terjadi pada semua kelompok umur dan sering dimulai pada masa kanak-kanak – sekitar usia 3 hingga 7 tahun. Hingga saat ini, penyebab pasti dari sindrom muntah siklik tidak diketahui. Beberapa kondisi yang dicurigai sebagai penyebab termasuk gen, gangguan pencernaan, masalah sistem saraf dan lainnya.

Pengobatan untuk sindrom muntah siklik bertujuan untuk membantu meredakan gejala dan mencegah terulangnya kembali kondisi yang sama, beberapa diantaranya:

Beberapa kondisi lain yang dapat menjadi penyebab muntah di malam hari yakni kehamilan, batu empedu, efek samping obat-obatan, hernia hiatus, radang usus, obstruksi usus dan pankreatitis. Lakukan pemeriksaan secara langsung pada dokter untuk mencari tahu penyebab pasti yang mendasari.

Exit mobile version