medisweb.com

Cara Benar Menggunakan Pil KB untuk Menunda Kehamilan

Pil KB terbukti efektif mencegah kehamilan apabila digunakan dengan benar. Inilah cara benar menggunakan pil KB.

Pil KB atau kontrasepsi oral mulai diproduksi pada pertengahan abad ke-20. Sejak saat itu hingga selama lima dekade terakhir ini, telah merevolusi kesehatan wanita dalam hal reproduksi.

Saat ini, banyak wanita di seluruh dunia menggunakan pil KB untuk mencegah kehamilan. Tak heran, karena apabila digunakan dengan benar, kontrasepsi oral ini mampu mencegah kehamilan hingga 99%. Di sinilah pentingnya mengetahui bagaimana cara menggunakan pil KB dengan benar agar didapatkan efek maksimal dalam mencegah kehamilan.

Bagaimana Cara kerja pil KB dalam mencegah kehamilan?

Pil KB mengandung hormon wanita; estrogen dan progestin sintetis. Hormon-hormon ini akan menghambat siklus hormon alami tubuh wanita sehingga dapat mencegah kehamilan.

Ada banyak faktor yang dipengaruhi sehingga kehamilan tidak terjadi, diantaranya dengan mencegah ovulasi dan mengentalkan lendir di sekitar leher rahim, sehingga sulit bagi sperma untuk memasuki rahim dan mencapai sel telur.

Kontrasepsi hormonal juga dapat mempengaruhi lapisan rahim dan membuat sulit bagi telur yang telah dibuahi untuk menempel dan menanamkan diri di sana.

Kapan harus menggunakan pil KB?

Tentunya pil KB diperlukan oleh setiap wanita yang ingin mencegah atau menunda kehamilan dengan berbagai alasan, dan memeng inilah fungsi utamanya sebagai kontrasepsi. Namun ternyata, pil KB tidak hanya digunakan sebagai kontrasepsi, tetapi juga dapat digunakan untuk:

Kapan waktu terbaik mulai menggunakan pil KB?

Ada tiga pilihan waktu untuk mulai menggunakan pil KB, yaitu:

Meskipun Anda dapat minum pil kapan saja di siang hari, lebih baik meminumnya sebelum sarapan atau sebelum tidur karena akan lebih mudah diingat.

Pilih pil KB yang Mana?

Ada banyak jenis Pil KB yang ada di pasaran, secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pil KB kombinasi dan pil progestin. Pil kombinasi adalah yang paling banyak digunakan.

Pil kombinasi berarti mengandung campuran dua hormon; estrogen dan progestin. Sebagian besar pil kombinasi tersedia dalam bentuk paket 28 hari, 21 hari, atau 91 hari. Sedangkan pil progestin berarti hanya mengandung hormon progestin atau progesteron dan terdiri dari satu paket 28 hari.

Pada pil kombinasi, sebagian besar paket mengandung pil dalam kemasan aktif, yang artinya mengandung hormon disertai dengan pil tidak aktif, yang berarti tidak mengandung hormon atau disebut pil plasebo.

Ketika pil plasebo yang diminum, maka akan menghasilkan withdrawal bleeding (mirip dengan perdarahan menstruasi).

Menggunakan Pil KB Kombinasi

Paket 28 hari

Pada pil KB dengan paket 28 hari, berisi 21 pil aktif dan 7 pil tidak aktif (plasebo) yang semuanya diminum setiap hari. Kegunaan pil tidak aktif ini untuk menghindari lupa, sehingga pengguna akan minum pil setiap hari.

Contoh: Pil KB Andalan, Microgynon, Marvelon.

Paket 21 hari

Paket pil KB 21 ini hanya mengandung 21 pil aktif dan tidak ada plasebo. Pengguna pil ini harus minum satu pil setiap hari selama 21 hari. Lalu, selama tujuh hari, tidak minum pil apa pun. Selama 7 hari inilah pengguna akan mendapatkan menstruasi.

Contoh: Pil KB Yasmin, Diane.

Paket 91 hari

Paket 91 hari adalah pil siklus panjang, digunakan dalam siklus 13 minggu di mana pengguna harus minum pil aktif selama 12 minggu. Satu minggu terakhir, minum pil plasebo (atau pil estrogen dosis rendah) dan pada saat inilah menstruasi akan terjadi. Pengguna akan mengalami menstruasi hanya tiga hingga empat kali dalam setahun.

Cara Menggunakan Pil Progestin-only (Pil Mini)

Pil progestin-only adalah pil KB yang hanya mengandung satu hormon (progestin). Pil-pil ini tidak mengandung estrogen dan sering diresepkan untuk:

Sama seperti pil kombinasi, pengguna harus minum pil sekali sehari setiap hari pada jam yang sama. Pil mini tersedia dalam paket 28, tanpa deretan pil KB yang tidak aktif atau non-hormonal.

Contoh: Andalan laktasi, Exluton Limas, dll.

Jika Anda meminum pil mini lebih dari 3 jam di luar waktu biasanya, pil mini mungkin tidak berfungsi untuk mencegah kehamilan. Jika ini terjadi, gunakan kondom atau jangan berhubungan seks selama 2 hari.

Seberapa efektif pil KB dalam mencegah kehamilan?

Menurut CDC, pil mini dan pil kombinasi memiliki tingkat kegagalan 9% dengan penggunaan tipikal. Artinya bahwa, 9 dari 100 wanita akan hamil meskipun sudah minum pil KB.

Kegagalan ini seringkali terjadi akibat lupa minum pil secara teratur. Jika cara menggunakan pil KB sudah tepat, maka tingkat kegagalannya hanya sekitar 1%.

Penting untuk diketahui bahwa pil mini harus diminum dalam rentang waktu tiga jam yang sama setiap hari. Jika tidak, risikonya terjadi hamil. Sedangkan pada pil kombinasi, rentang waktunya sedikit lebih longgar.

Oleh sebab itu, lebih baik selalu berusaha untuk meminumnya pada jam yang sama setiap hari. Jika Anda melewatkan pil aktif, minumlah segera setelah ingat – walaupun berarti minum dua pil aktif pada hari yang sama. Anda juga harus menggunakan metode kontrasepsi cadangan (kondom) selama tujuh hari jika melewatkan pil lebih dari 12 jam.

Cara minum pil KB, selangkah demi selangkah

Berikut cara minum pil KB yang benar:

Pada prinsipnya, selama Anda menggunakan pil KB dengan benar, maka Anda akan terlindungi dari kehamilan.

Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan kontrasepsi yang cocok. Juga libatkan suami dalam mendiskusikannya guna menjaga keharmonisan rumah tangga.

Exit mobile version