Ketahui Penyebab Sariawan di Lidah dan Cara Mengobatinya

penyebab sariawan di lidahSelain trauma ringan di mulut seperti lidah tergigit tanpa sengaja, ada sejumlah faktor lain yang dapat menjadi penyebab sariawan di lidah.

Rasa-rasanya hampir semua orang pernah mengalami sariawan. Meski umumnya tergolong ringan, namun masalah mulut satu ini juga kerap menjadi sangat menyebalkan lantaran dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama di saat makan maupun berbicara.

Sariawan dapat muncul di bagian dalam mulut manapun dan dapat berjumlah satu atau bahkan lebih. Salah satu lokasi yang paling sering menjadi tempat kemunculan sariawan adalah di lidah – baik itu di permukaan atas lidah, ujung lidah atau di bawah lidah.

Dalam banyak kasus, penyebab sariawan di lidah ini dipicu oleh trauma ringan seperti lidah tergigit tanpa sengaja saat makan atau saat olahraga. Kendati demikian, ada pula beberapa kondisi lain yang berperan sebagai pemicunya, seperti stres, kekurangan nutrisi, alergi dan sensitivitas serta berbagai faktor penyebab lain seperti dijelaskan berikut.

Inilah uraian lengkap seputar penyebab sariawan di lidah:

penyebab sariawan di lidah

1. Trauma Ringan di Mulut

Salah satu penyebab sariawan di lidah yang paling umum dijumpai yakni akibat dari trauma ringan di mulut. Misal seperti lidah tergigit tanpa sengaja saat makan, bicara atau berolahraga, terlalu keras dalam menyikat gigi hingga efek samping dari perawatan ortodontik seperti pemakaian kawat gigi maupun gigi palsu.

Selain itu, dapat pula disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas hingga membakar lidah atau bagian dalam mulut lainnya. Jadi, pastikan untuk selalu berhati-hati saat makan, membersihkan gigi dan berbagai hal lainnya yang berisiko melukai bagian dalam mulut.

2. Stres

Mekanisme fisiologis di balik stres (hormon, sel dan biokimia terkait dengan stres) mungkin tidak secara langsung dapat memicu timbulnya sariawan. Namun, stres dapat mengubah perilaku seseorang menjadi sedemikian rupa sehingga menyebabkan terbentuknya sariawan.

Dimana saat stres atau dilanda kecemasan, seseorang cenderung menggigit bibir, bagian dalam pipi ataupun lidahnya. Hal ini tentu dapat menyebabkan trauma mulut atau luka yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi sariawan.

3. Kekurangan Nutrisi

Tubuh membutuhkan asupan berbagai vitamin dan mineral (mikronutrien) secara rutin setiap harinya agar dapat bekerja sebagaimana mestinya sekaligus untuk memperkuat imunitas. Vitamin dan mineral yang beragam ini tidak diproduksi secara alami oleh tubuh, jadi harus diperoleh utamanya dari asupan makanan bergizi.

Kekurangan nutrisi atau defisiensi nutrisi bisa berarti tubuh tidak dapat menyerap atau mendapatkan nutrisi dalam jumlah yang diperlukan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Termasuk diantaranya sering sariawan, gangguan kulit, masalah pencernaan hingga demensia.

Untuk kasus sering sariawan – baik itu di lidah, bagian dalam pipi ataupun bibir, biasanya hal ini menunjukkan bahwa tubuh kekurangan vitamin B12, folat (asam folat), zat besi, zinc atau seng dan kalsium.

4. Alergi dan Sensitivitas

Reaksi alergi dan sensitivitas terhadap makanan tertentu tak jarang menjadi penyebab sariawan di lidah. Misalnya makanan yang pedas atau asam dan beberapa jenis makanan lainnya seperti telur, kacang, keju, kopi, cokelat, makanan yang mengandung gluten hingga kebiasaan mengunyah tembakau dengan tembakau kunyah.

Di samping itu, beberapa orang juga diketahui memiliki alergi terhadap beberapa jenis bakteri yang ditemukan di mulut, alergi terhadap perangkat ortodontik yang memiliki basis terbuat dari akrilik dan kawat serta sensitivitas terhadap pasta gigi dan obat kumur yang mengandung SLS (sodium lauryl sulfate).

5. Beberapa Penyebab Lainnya

Selain beberapa hal di atas, ada beragam penyebab lain yang dapat memicu timbulnya sariawan di lidah, antara lain:

  • Obat-obatan, seperti aspirin, ibuprofen, beta-blocker, obat-obatan kemoterapi, penisilinamin, obat-obatan sulfa dan fenitoin.
  • Perubahan hormon, terutama menjelang atau selama menstruasi, kehamilan dan menopause.
  • Penyakit terkait sistem kekebalan tubuh, seperti lupus, penyakit Behcet, HIV/AIDS dan penyakit radang usus termasuk penyakit celiac, kolitis ulserativa dan penyakit Crohn.

Bagaimana cara mengobati sariawan di lidah?

Pada sebagian besar kasus, terutama untuk sariawan yang tergolong ringan, biasanya akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus kurang lebih sekitar 1-2 minggu.

Namun demikian, ada banyak perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah terulangnya kembali sariawan yang dialami, diantaranya:

  • Jaga selalu kebersihan gigi dan mulut. Sikatlah gigilah secara teratur dengan menggunakan sakit gigi yang lembut dan pasta gigi yang bebas deterjen seperti SLS.
  • Konsumsilah beragam makanan sehat bergizi tinggi. Usahakan untuk membatasi asupan makanan yang disinyalir dapat memicu iritasi di mulut.
  • Kelola stres sebaik mungkin.
  • Berkumur dengan air garam atau baking soda.
  • Oleskan sedikit magnesium hidroksida cair ke sariawan beberapa kali sehari.
  • Tempelkan bongkahan kecil es batu di sariawan hingga mencair.
  • Gunakan lilin ortodonti (orthodontic wax) selama penggunaan behel atau kawat gigi.

Untuk kasus sariawan yang parah, tak juga sembuh meski sudah lebih dari 14 hari atau disertai gejala lain seperti demam, sakit kepala, kelelahan, diare, ruam kulit dan lainnya, disarankan untuk segera memeriksakan diri pada dokter ahli.

Beberapa pengobatan yang mungkin diresepkan dokter untuk kasus sariawan seperti ini diantaranya seperti:

  • Obat kumur yang mengandung steroid deksametason.
  • Obat topikal (pasta, krim, gel atau cairan) dengan bahan aktif seperti benzocaine, fluocinonide dan hidrogen peroksida.
  • Antibiotik, sukralfat, steroid oral dan obat lain yang mungkin dibutuhkan.
  • Shawn Watson, Verywellhealth. 2019. The Different Types of Canker Sores. Diakses Januari 2020.
  • Shawn Watson, Verywellhealth. 2019. Potential Causes of Canker Sores. Diakses Januari 2020.
  • Mayo Clinic Staff, Mayoclinic. 2018. Canker sore, symptoms & causes. Diakses Januari 2020.
  • April Khan, Matthew Solan and Tim Jewell, Healthline. 2016. Painful Sensation? Could Be a Canker Sore. Diakses Januari 2020.
  • Medlineplus. Mouth sores. Diakses Januari 2020.

Tinggalkan Komentar

#