medisweb.com

Ketahui Penyebab Telat Haid Lebih dari 6 Bulan

Cari tahu berbagai kemungkinan penyebab telat haid lebih dari 6 bulan.

Menjadi kekhawatiran dan tanda tanya besar saat si tamu bulanan yang biasanya datang namun mendadak absen lebih dari 6 bulan. Betapa tidak, kondisi yang disebut dengan amenore sekunder ini tentu mengindikasikan adanya ketidakberesan di dalam tubuh.

Ada pula yang disebut dengan amenore primer, suatu kondisi dimana seorang wanita yang sudah memiliki tanda kematangan seksual sekunder (adanya bulu kemaluan dan membesarnya payudara) belum juga mendapatkan haid atau menstruasi.

Pada amenore primer penyebabnya terkait erat dengan masalah pada organ reproduksi wanita. Misal seperti gangguan pada fungsi ovarium, ukuran rahim yang terlalu kecil, serviks dan uterus yang tidak terbentuk dengan baik atau karena terlahir tanpa vagina.

Sementara pada amenore sekunder, penyebabnya lebih beragam. Pada kondisi yang alami, bisa saja pertanda dari kehamilan atau menopause. Dan di luar itu, dapat mencerminkan adanya ketidakseimbangan hormon, masalah pada organ reproduksi, gaya hidup yang buruk dan lainnya.

Berikut penyebab telat haid lebih dari 6 bulan selengkapnya:

1. Kondisi Alami

Haid yang tak kunjung datang bisa terjadi sebagai bagian dari proses alami tubuh dan bukan sebuah bentuk kelainan. Beberapa contoh diantaranya yakni:

2. Ketidakseimbangan Hormon

Ketidakseimbangan hormon tergolong sebagai salah satu penyebab telat haid lebih dari 6 bulan yang paling umum. Kondisi ini sendiri dapat terjadi sebagai akibat dari:

3. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Penyebab telat haid lebih dari 6 bulan dapat dipicu pula oleh penggunaan alat kontrasepsi, baik berupa pil KB, suntik KB (Depo-Provera), implan maupun IUD. Efek samping berupa gangguan haid ini dapat terjadi dalam beberapa bulan pertama pemakaian atau bisa jadi dampak dari menghentikan pil KB secara tiba-tiba.

4. Masalah pada Organ Reproduksi

Siklus haid yang tidak teratur atau henti haid yang dialami tak jarang menandai adanya masalah pada organ reproduksi, seperti:

5. Gaya Hidup

Olahraga yang terlampau berlebih atau justru minim aktivitas fisik, kekurangan nutrisi akibat diet ketat atau gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia serta nafsu makan yang sulit dikontrol dapat memicu berat badan kurang atau berlebih. Kondisi ini akan bermuara pada gangguan hormon dan kesuburan sehingga menyebabkan gejala haid tidak teratur hingga amenore.

6. Stres

Kondisi stres yang tak dapat dikelola dengan baik sehingga terus-menerus terjadi dapat menciptakan ketidakseimbangan hormon, mengubah nafsu makan dan keengganan untuk melakukan aktivitas fisik yang kesemuanya itu tak sekedar berdampak pada berhentinya siklus haid namun kesehatan tubuh keseluruhan.

7. Kelainan Genetik

Kelainan genetik khususnya pada kromosom seperti sindrom Turner dan sindrom Sawyer dapat mengacaukan fungsi ovarium pada wanita sehingga rentan mengalami gangguan kesuburan, termasuk jarang atau tidak haid hingga sulit memiliki keturunan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, penyebab telat haid lebih dari 6 bulan bisa jadi gejala dari sindrom Asherman. Suatu perlengketan rahim akibat terbentuknya jaringan parut pada rahim atau leher rahim. Kondisi ini paling sering dialami wanita pasca menjalani prosedur kuret atau bentuk operasi rahim lainnya.

8. Obat-Obatan

Beberapa jenis obat diketahui dapat memicu amenore pada sebagian wanita, diantaranya seperti obat kemoterapi, antipsikotik, antidepresan, obat hipertensi, obat anti-inflamasi nonstreoid dan beberapa lainnya.

Pengobatan amenore sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Karena itu, penting untuk bersegera mungkin memeriksakan diri ke dokter bila kerap mengalami siklus haid yang tidak teratur atau telat haid setidaknya 3 bulan berturut-turut sebelum kondisi yang dialami bertambah buruk.

Anda pun dapat menerapkan tips: Cara Mempercepat Datangnya Haid yang Aman & Efektif

Exit mobile version