Lidah Terasa Hambar? Ketahui Penyebab dan Solusinya

Banyak yang bilang, jika lidah terasa hambar, berarti disebabkan oleh penyakit berbahaya. Benarkah demikian?

lidah terasa hambar

Mulut terasa hambar menunjukkan adanya penurunan sensasi rasa pada lidah atau bahkan kehilangan rasa. Memang benar bahwa kondisi ini seringkali menjadi gejala dari suatu penyakit.

Sebut saja penyakit gastroesophageal reflux (GERD), infeksi kelenjar ludah, sinusitis, dan lainnya. Selain itu, lidah terasa hambar juga disebabkan oleh kebersihan gigi yang buruk, atau bahkan efek dari obat-obatan tertentu.

Pada intinya, rasa hambar terjadi ketika ada gangguan transfer sensasi rasa dari sel-sel pengecap di lidah ke otak, atau oleh masalah apapun yang membuat otak kurang dalam menafsirkan rasa.

Mengingat banyaknya kondisi yang menyebabkan lidah menjadi hambar, maka pendekatan yang dilakukan untuk mengetahuinya yaitu dengan mengamati kronologi dan gejala yang menyertai.

Inilah Penyebab Lidah Terasa Hambar

1. Asam lambung naik atau GERD

Refluks asam lambung, dimana asam lambung naik ke kerongkongan bahkan hingga sampai ke mulut, dapat menyebabkan hilangnya rasa atau rasa hambar di lidah. Asam lambung yang dimuntahkan kembali ke mulut akan mengganggu kerja sel-sel permukaan lidah sehingga menimbulkan sensasi asam, logam, ataupun rasa hambar.

Penyakit dengan istilah medis Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) ini ditandai dengan sering bersendawa, rasa nyeri atau panas di uluhati, dada, hingga ke leher.

Bagi Anda yang mengalami rasa hambar di mulut disertai dengan gejala tersebut, maka perlu mencurigai sebagai GERD. Atasi dengan obat maag dan makan teratur, jangan sampai telat.

Namun, jika itu saja tidak cukup, berobatlah ke dokter.

2. Infeksi lidah dan mulut

Penyebab lidah terasa hambar lainnya yang tergolong sering adalah infeksi pada mulut atau lidah. Hal ini terkait langsung dengan terganggunya kondisi saraf-saraf sensoris yang terdapat pada lidah.

Tanda adanya infeksi adalah rasa sakit atau nyeri, bengkak, kemerahan, dan bahkan badan menjadi panas atau demam. Jika Anda mengalami hal ini, langkah terbaik adalah segera memeriksakannya ke dokter.

3. Kebersihan gigi dan mulut yang buruk

Kebersihan gigi yang buruk menyebabkan pertumbuhan bakteri di mulut, mengakibatkan hilangnya selera dan rasa hambar. Tinggal diingat-ingat kronologisnya, jaika lidah terasa hambar muncul setelah beberapa hari Anda jarang gosok gigi, maka tentu inilah penyebabnya.

Solusi menghilangkan rasa hambar di lidah pada kondisi ini, tiada lain selain rajin gosok gigi, yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur. Bila perlu tambah dengan berkumur air garam hangat setelahnya.

4. Penyakit mulut dan lidah

Gangguan mulut atau lidah lainnya, termasuk sariawan dan kanker, dapat menyebabkan rasa hambar dan hilangnya kemampuan mengecap. Agar masalah tak berlarut-larut, segera atasi dengan berkonsultasi ke dokter.

5. Infeksi saluran pernapasan atas

Sudah tidak asing lagi bagi kita, ketika mengalami sakit flu, tentu indra pengecap kita juga ikut terganggu. Hal ini terjadi karena untuk merasakan makanan, indra pengecap dan penciuman saling bekerja sama.

Saat mengalami infeksi saluran pernapasan, maka lidah akan terasa hambar bahkan pahit. Beberapa contoh penyakit infeksi saluran nafas yang dapat menyebabkannya antara lain influenza, sinusitis, bronkitis, dan laringitis.

6. Hipotiroidisme

Kebalikan dari hipertiroidisme, gangguan ini terjadi akibat kurang aktifnya hormon tiroid. Gejala dominan dari hipotiroidme adalah terganggunya metabolisme menjadi melambat, dan ternyata juga membuat indera perasa kurang aktif.

7. Penggunaan tembakau

Penggunaan tembakau baik dalam bentuk rokok ataupun nginang, berpotensi merusak sel-sel pengacap yang ada pada permukaan lidah. Oleh sebab itu, pada titik tertentu dapat menyebabkan lidah terasa hambar dan bahkan kehilangan rasa.

8. Sindrom mulut terbakar

Burning mouth syndrome (BMS) akibat pengaruh hormonal yang biasanya terjadi pada wanita pasca menopause. Sesuai dengan namanya, orang dengan masalah ini akan mengalami sensasi seperti terbakar secara konstan di lidah, gusi, bibir, dan bahkan bagian dalam mulut. Akibatnya, timbul rasa pahit, hambar, atau mungkin seperti logam.

9. Obat-obatan

Rasa hambar di mulut dan lidah juga dapat disebabkan oleh terapi radiasi dan obat-obatan, seperti antibiotik dan obat-obat yang tergolong inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE).

Masalah rasa mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk kembali normal setelah obat dihentikan. Namun, adalam beberapa kasus kehilangan rasa atau rasa hambar bisa permanen, terutama jika mulut merupakan target terapi radiasi langsung.

10. Penyebab lainnya

Lidah terasa hambar juga bisa disebabkan oleh kondisi lainnya, seperti:

  • Glossitis (lidah membengkak dan berubah warna)
  • Kandidiasis oral (infeksi jamur pada selaput lendir mulut)
  • Sindrom Sjogren (gangguan autoimun yang ditandai dengan mulut dan mata kering)
  • Kekurangan vitamin B12
  • Kekurangan seng atau Zinc

11. Penyakit Serius

Perubahan rasa di mulut yang menjadi hambar atau hilangnya rasa bisa menjadi tanda kondisi serius. Cari perawatan medis segera jika rasa hambar di mulut terjadi secara terus-menerus atau disertai dengan gejala serius lainnya, seperti kesulitan bernapas, demam tinggi, kelemahan tiba-tiba, perubahan penglihatan, atau kesulitan berpikir jernih.

Beberapa penyebab serius dan mengancam jiwa yang harus segera dievaluasi dalam keadaan darurat antara lain:

  • Tumor otak
  • Cedera kepala
  • Kanker mulut
  • Stroke
  • Stroke ringan atau Transient ischaemic attack.

Dengan begitu banyaknya kemungkinan penyebab, maka untuk menghilangkan rasa hambar di lidah, maka harus menyesuaikan dengan penyebabnya. Untuk itu, perlu pengamatan pribadi dan pemeriksaan oleh dokter jika diperlukan.

  • Taste - impaired. Medline Plus, a service of the National Library of Medicine National Institutes of Health. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003050.htm. Diakses Desember 2019
  • Taste disorders. National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. https://www.nidcd.nih.gov/health/smelltaste/pages/taste.aspx. Diakses Desember 2019

Tinggalkan Komentar

#