medisweb.com

Sakit Tenggorokan Akibat Streptokokus dan Cara Mengobatinya

Keluhan sakit tenggorokan akibat streptokokus tidak seperti radang tenggorokan biasa. Penyakit ini harus diwaspadai karena berbahaya.

Apa itu Streptokokus?

Streptokokus adalah nama bakteri dengan istilah latin Streptococcus sp. Sesuai dengan namanya, bakteri ini berbentuk bulat oval (coccus) dan bersusun seperti rantai (strep). Secara normal, bakteri ini dapat ditemukan di bagian mulut, usus manusia dan hewan.

Namun, ketika pertumbuhannya berlebihan dan berhasil menembus sistem pertahanan tubuh, maka bakteri ini bisa menyebabkan infeksi. Beberapa diantaranya seperti pneumonia, meningitis, necrotizing fasciitis, erisipelas, radang tenggorokan, dan endokarditis.

Sakit tenggorokan akibat streptokokus merupakan suatu bentuk peradangan pada tenggorokan. Kondisi ini ditandai dengan iritasi, kemerahan, dan terkadang penumpukan nanah di belakang tenggorokan.

Bakteri ini biasanya ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi atau dengan menghirup tetesan bersin atau batuk (droplet) orang yang terinfeksi.

Bersin, berbagi peralatan, atau menyentuh benda setelah orang yang terinfeksi menyentuhnya, semua dapat menyebarkan bakteri penyebab radang tenggorokan. Ini terjadi karena bakteri streptokokus paling sering hidup di hidung dan tenggorokan seseorang.

Gejala Radang Tenggorokan Akibat Streptokokus

Radang tenggorokan ini paling umum terjadi pada anak-anak dan dapat menyebar dengan mudah di sekolah. Berikut gejala sakit tenggorokan akibat streptokokus:

Pada bayi dan anak-anak kecil, radang tenggorokan juga dapat menyebabkan keluarnya air liur yang banyak dari mulut. Hal ini terjadi karena kesulitan menelan sehingga air liur menetes keluar alias ‘ngeces’

Cara Mengobati Sakit Tenggorokan Akibat Streptokokus

Obat rumahan yang bisa meredakan gejala sakit tenggorokan:

Peringatan! Anak-anak di bawah 16 tahun tidak boleh menggunakan obat aspirin.

Obat Radang Tenggorokan Streptokokus dari Dokter

Jika diagnosis radang tenggorokan dikonfirmasi, dokter akan meresepkan antibiotik, biasanya digunakan golongan penisilin atau amoksisilin.

Antibiotik ini penting digunakan karena dapat mempersingkat waktu gejala berlangsung, mengurangi risiko penularan bakteri ke orang lain, dan mengurangi kemungkinan komplikasi berkembang.

Penggunaan antibiotik harus tepat, dengan dosis yang adekuat. Obat ini harus diminum secara teratur dan sampai habis, meskipun gejala sudah membaik.

Jika ada yang meminum antibiotik untuk sakit tenggorokan akibat streptokokus dan merasa tidak ada perbaikan setelah sekitar 2 hari meminumnya, maka harus menghubungi dokter untuk evaluasi.

Di sisi lain, antibiotik tidak bekerja apabila sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi virus. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan dan resep dokter sebelum menggunakan antibiotik.

Komplikasi atau Bahaya yang Dapat Muncul

Radang tenggorokan biasanya akan hilang tanpa perawatan. Namun, risiko terjadinya komplikasi akan meningkat jika tanpa pengobatan dengan antibiotik.

Beberapa kemungkinan komplikasi radang tenggorokan streptokokus:

Kapan harus ke dokter?

Mengingat bahaya komplikasi, maka begitu mencurigai penyakit ini, sebaiknya seseorang langsung mengunjungi dokter untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Jadi, bagi siapa pun yang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius dan memiliki gejala radang tenggorokan lainnya seperti dijelaskan di atas, maka harus memeriksakan diri ke dokter.

Exit mobile version