Belum Pernah Haid Sama Sekali? Cari Tahu Penyebabnya

Umur sudah 16 tahun tapi menstruasi pertama tak juga datang? Ketahui berbagai penyebab belum pernah haid berikut ini.

Penyebab belum pernah haid sama sekali

Memasuki masa pubertas, seorang anak atau remaja perempuan akan mengalami perkembangan karakteristik seksual sekunder, yakni pertumbuhan payudara juga rambut di kemaluan. Menyusul beberapa waktu kemudian, haid untuk yang pertama kalinya (menarche).

Haid atau menstruasi secara sederhana dapat didefinisikan sebagai keluarnya darah dari dalam uterus sebagai akibat dari peluruhan dinding rahim lantaran sel telur yang tidak berhasil dibuahi. Usia pertama kalinya anak atau remaja perempuan mengalami haid bervariasi, sekitar 9-16 tahun dengan rata-rata usia 12 tahun.

Terjadinya haid sendiri bisa dibilang sebagai tanda bahwasanya organ reproduksi perempuan berfungsi secara normal. Dengan demikian, ia dianggap subur dan bisa hamil hingga melahirkan bila telah mengalami haid atau menstruasi.

Namun Bagaimana Bila Haid Tak Juga Dialami Meski Sudah Sampai di Usia Pubertas?

Haid yang tak juga dialami mesti telah memasuki masa pubertas disebut dengan amenore primer. Disebut dengan amenore primer bila seorang anak perempuan tidak mengalami haid dan tanda-tanda seks sekunder pada usia 14 tahun atau tidak haid pada usia >16 tahun namun mengalami pertumbuhan normal seks sekunder.

Penyebab dari masalah ini sangat beragam, sebagian besar akibat kelainan genetik ataupun gangguan anatomi pada organ reproduksi. Selain itu, dapat disebabkan pula oleh ketidakseimbangan hormon dan gaya hidup.

Berikut Uraian Lengkap Mengenai Penyebab Belum Pernah Haid Sama Sekali

1. Kelainan genetik & gangguan anatomi pada organ reproduksi

Mayoritas penyebab belum pernah haid sama sekali (amenore primer) didasari oleh adanya kelainan genetik ataupun gangguan anatomi pada organ reproduksi, antara lain:

  • Sindrom Turner. Kelainan genetik yang disebabkan oleh kelainan salah satu kromosom X pada perempuan.
  • Sindrom insensitivitas androgen komplit. Kelainan genetik dimana bayi laki-laki tidak merespon sama sekali hormon testosteron di dalam tubuh sehingga akan terlihat bahkan tumbuh sepenuhnya sebagai wanita, namun tidak dapat haid dan bereproduksi.
  • Sindrom Swyer. Kelainan genetik berupa disgenesis gonad 46, XY.
  • Insufisiensi ovarium primer. Berhentinya kerja indung telur sebelum usia 40 tahun.
  • Hymen imperforata. Kondisi dimana tidak terdapat lubang pada selaput dara sehingga vagina menjadi tertutup rapat dan tidak memungkinkan keluarnya darah menstruasi.
  • Mullerian agenesis. Kelainan bentuk organ reproduksi, dimana vagina, rahim atau keduanya tidak terbentuk sebagaimana mestinya.

2. Ketidakseimbangan hormon

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh, diantaranya yakni:

  • Penyakit tiroid. Gangguan yang disebabkan oleh kelainan bentuk atau fungsi kelenjar tiroid, contohnya seperti hipotiroidisme dan hipertiroidisme.
  • Hipogonadisme. Kondisi dimana gonad, yaitu testis dan ovarium hanya memproduksi sedikit hormon seks atau bahkan tidak sama sekali.
  • Adenoma hipofisis. Tumor jinak yang tumbuh di kelenjar pituitari – kelenjar kecil yang berperan penting dalam mengatur proses pertumbuhan, metabolisme, datangnya pubertas dan berbagai fungsi sistem organ tubuh.
  • Hiperprolaktinemia. Kondisi dimana kadar hormon prolaktin dalam darah menjadi lebih tinggi dari kadar seharusnya.
  • Hipopituitarisme. Kondisi dimana kelenjar pituitari tidak mampu menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS). Gangguan yang terkait dengan kelenjar endokrin pada tubuh dan biasa menyerang wanita di usia subur.

3. Faktor gaya hidup

Dalam beberapa kasus, penyebab belum pernah haid terkait pula dengan faktor gaya hidup, misalnya:

  • Berat badan kurang (underweight). Kurangnya berat badan menjadi indikator bahwa tubuh mengalami kurang gizi. Kondisi bisa dialami sejak kecil sehingga pertumbuhan ke depannya menjadi tidak optimal atau terjadi akibat mengalami gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia.
  • Olahraga berlebihan (overtraining). Olahraga yang terlampau berlebihan dapat mengakibatkan berat badan turun drastis, stres, gangguan mood dan efek buruk lainnya yang berdampak langsung pada timbulnya amenore.
  • Stres kronis. Stres dalam jangka panjang dapat mengacaukan fungsi hipotalamus – bagian otak yang berperan vital dalam pelepasan hormon yang berhubungan dengan fungsi reproduksi, termasuk haid, pubertas dan pematangan organ seksual.

Penting untuk diketahui, bahwa amenore primer adalah kondisi abnormal yang sama sekali tidak bisa disepelekan, lantaran dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan.

Oleh karena itu, bila mengalami atau memiliki anak dengan kondisi seperti ini, disarankan untuk segera memeriksakan diri pada dokter kandungan agar mendapat pengobatan sesuai penyebab yang mendasarinya.

  • Corrine K Welt, MDRobert L Barbieri, MD, Uptodate. 2019. Causes of primary amenorrhea. Diakses Oktober 2020.
  • Mayo Clinic Staff, Mayoclinic. 2019. Amenorrhea. Diakses Oktober 2020.
  • Yvette Brazier, Medicalnewstoday. 2018. What is amenorrhea?. Diakses Oktober 2020.
  • Adam Felman, Medicalnewstoday. Androgen insensitivity syndrome: Symptoms, causes, and treatment. 2017. Androgen insensitivity syndrome: Symptoms, causes, and treatment. Diakses Oktober 2020.
  • Medlineplus. Swyer syndrome. Diakses Oktober 2020.

Tinggalkan Komentar

#