Hamil Kembar Tapi Testpack Negatif? Ini Penjelasannya

Menjadi pertanyaan besar dan keheranan tersendiri ketika dinyatakan hamil kembar namun hasil tespek negatif.

testpack negatif hamil kembar

Di masyarakat kita sudah sangat familiar dengan alat periksa kehamilan instan yang biasa disebut dengan tespek atau test pack. Alat ini mudah sekali di dapat, mudah digunakan, praktis, dan memberikan hasil yang cepat.

Namun demikian, alat seperti ini hendaknya tidak digunakan sebagai alat ukur tunggal. Sebaiknya konfirmasi hasil tespek dengan memeriksakan diri ke dokter secara langsung.

Seperti kasus yang pernah terjadi pada seorang ibu, dia sudah dinyatakan hamil oleh dokter, bahkan hamil kembar. Namun, pada saat dilakukan pemeriksaan dengan test pack ternyata memberikan hasil negatif. Bahkan berkali-kali melakukan pemeriksaan hasilnya tetap negatif.

Mengapa bisa demikian, apakah alatnya yang rusak? ataukah ada alasan lain?

Sebenarnya dalam dunia medis hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah. Toh para ahli dan dokter memang sudah sepakat bahwa hasil pemeriksaan tespek bukanlah tanda pasti kehamilan atau penentu hamil tidaknya seorang wanita.

Jadi tak perlu heran, ketika seorang wanita yang positif hamil ternyata memiliki hasil tespek negatif. Kondisi ini disebut sebagai negatif palsu.

Negatif palsu berarti hasil negatif pada alat periksa yang tidak bisa digunakan sebagai acuan, karena hasil sesungguhnya adalah positif, alias positif hamil. Ada sejumlah alasan kenapa pemeriksaan tes kehamilan memberikan hasil negatif palsu.

Hamil Kembar dengan Tespek Negatif

Perlu diketahui bahwa alat periksa tespek bekerja dengan cara mendeteksi adanya hormon kehamilan beta HCG pada kadar tertentu. Hasil akan menunjukkan positif apabila dalam urine yang diperiksa mengandung hormon kehamilan ini.

Hormon beta HCG mulai dihasilkan oleh rahim sekitar 11 hari setelah pembuahan, atau jika diperkirakan sekitar waktu datangnya haid.

Ketika seorang wanita sudah terlambat haid dan sebelumnya ada riwayat hubungan dengan suami, maka bisa langsung melakukan pemeriksaan tespek. Hasil negatif bisa diulang beberapa hari setelahnya.

Pada kehamilan kembar, hormon beta HCG yang dihasilkan akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Beta HCG yang terlampau tinggi inilah yang menyebabkan hasil testpack negatif.

Fenomena ini disebut sebagai “hook effect” atau efek kail. Tidak selalu terjadi pada kehamilan kembar, kejadian ini pun tergolong jarang sekali, hanya sekitar 0,2-2%.

Bagaimana hook effect terjadi hingga menyebabkan testpack negatif?

Munculnya garis warna pada pemeriksaan tespek terjadi akibat reaksi antigen (HCG) dan Antibodi, yakni HCG berhasil diapit oleh dua antibodi yang ada dalam alat test pack.

Namun, ketika HCG terlalu banyak, maka akan gagal diapit oleh antibodi. Yang terjadi, antibodi lainnya malah berikatan langsung dengan HCG lain. Bukannya satu HCG diapit oleh dua antibodi.

Berikut ilustrasinya:

hook effect tespek negatif

(A) Kondisi normal dengan tespack positif. (B) Hook effect yang memberikan hasil testpack negatif.

Selain akibat kehamilan kembar, hasil tespek negatif akibat hook effect juga dapat terjadi pada kehamilan ektopik, penyakit kanker, dan penyakit terkait kehamilan lainnya.

Penyebab lain positif hamil namun testpack negatif

Mengingat kejadian hook effect ini tergolong jarang, maka perlu juga untuk memikirkan penyebab lain kenapa hasil tespek negatif padahal positif hamil.

Kondisi berikut ini dapat memberikan hasil tespek negatif:

  • Alat rusak atau tidak akurat. Dalam hal ini perlu dikonfirmasi dengan alat yang berbeda.
  • Tidak menggunakan dengan benar. Dianjurkan pemeriksaan tespek dilakukan pagi hari terhadap urine yang pertama keluar.
  • Tes terlalu dini. Paling cepat melakukan testpack adalah di hari pertama telat haid, namun jika masih negatif, maka diperlukan waktu beberapa hari untuk dapat dilakukan pemeriksaan ulang.
  • Hamil di luar kandungan. Saat terjadi hamil di luar kandungan atau kehamilan ektopik, maka produksi hCG bisa tertunda. Namun, kehamilan ini juga menyebabkan HCG yang terlalu tinggi sehingga menghasilkan hook effect.
  • Memang tidak hamil. Telat haid dan gejala lain dapat disebabkan oleh masalah lain selain kehamilan.

Bagaimana cara memastikan kehamilan?

Testpack yang sering digunakan biasanya memang cukup handal dalam mendeteksi kehamilan dengan cepat, tingkat akurasinya pun cukup tinggi, yakni sekitar 99 persen apabila digunakan dengan benar.

Akan tetapi, alat ini memiliki keterbatasan sehingga hasilnya tidak bisa dijadikan sebagai tanda pasti kehamilan. Nah, untuk memastikan kehamilan, maka lakukanlah pemeriksaan ke dokter kandungan.

Dokter dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kadar HCG secara kuantitatif sehingga hasilnya lebih dapat diandalkan. Pemeriksaan lain yang paling utama adalah ultrasonografi atau USG.
Melalui USG akan terlihat kantung kehamilan dan bahkan janin dan detak jantungnya, dan inilah tanda pasti kehamilan.
Jadi, pastikan status kehamilan Anda melalui pemeriksaan di dokter kandungan. Ketika dokter sudah memastikan bahwa Anda hamil, maka pemeriksaan testpack negatif dapat diabaikan.
  • H Rajesh, dkk. 2010. Molar pregnancy with false negative urine hCG: the hook effect. Diakses dari pubmed.gov
  • Healthline. 2020. What to know about the hook effect in pregnancy. Diakses dari  www.medicalnewstoday.com
  • Rhona Shennan. 2019. You could be pregnant even if your test looks negative - here’s how. Diakses dari www.edinburghnews.scotsman.com.
 

Tinggalkan Komentar

#