Ini Bedanya Keputihan Mau Haid dan Mau Hamil

Sama-sama menimbulkan keputihan, inilah perbedaan keputihan akan haid dan hamil.

keputihan mau haid dan hamil

Setiap wanita pasti paham, bahwa kondisi fisik dan psikisnya selalu berubah, sebagaimana kondisi hormonal dalam tubuh yang selalu fluktuatif. Perubahan itu, tentu saja juga terjadi pada organ reproduksi wanita.

Sebut saja vaginal discharge, atau dalam bahasa kita dikenal dengan keputihan. Dalam kehidupan wanita, keputihan selalu berubah, baik dari segi jumlah, kekentalan, hingga warnanya. Perubahan keputihan ini terkait erat dengan perubahan hormonal.

Perlu Anda ketahui, bahwa ternyata kita bisa membedakan keputihan mau haid dan hamil, bahkan ketika seorang wanita tidak menyadarinya. Mari kita bahas tuntas apa saja perbedaan keputihan tanda mau haid atau tanda kehamilan.

Istilah keputihan yang kita pakai di sini berarti cairan lendir normal yang dikeluarkan oleh miss v. Faktanya, rata-rata setiap wanita menghasilkan sekitar satu sendok teh lendir yang kental atau encer tak berbau setiap harinya. Warna cairan keputihan ini dapat bervariasi, mulai warna putih jernih hingga kecoklatan.

Warna dan tekstur keputihan yang berbeda ini sangat dipengaruhi oleh hormon dan apa yang terjadi di organ reproduksi wanita pada saat itu.

Kenali perbedaan keputihan sebelum haid dan hamil

Ada dua hormon yang berperan penting dalam fungsi reproduksi wanita, yaitu estrogen dan progesteron. Ketika hormon estrogen sedang tinggi, maka cairan keputihan cenderung berwarna jernih dan encer atau berair.

Sedangkan apabila kadar progesteron yang tinggi, maka lendir keputihan yang dihasilkan berwarna lebih putih, putih susu, hingga keruh.

Oleh sebab itu, tidak heran jika lendir keputihan menjadi lebih encer di waktu masa subur (sekitar 12-16 hari sebelum haid) saat hormon estrogen lebih dominan. Sedangkan keputihan berwarna putih nan kental dianggap sebagai tanda sedang tidak subur, dan menandakan bahwa dalam waktu dekat akan mengalami menstruasi.

Jadi seperti itulah, gambaran keputihan sebelum haid. Warnanya putih dan kental tanpa ada gejala lain yang menyertai, seperti gatal, pedih, dan bau tak sedap.

Lantas, seperti apa keputihan tanda hamil?

Seperti dijelaskan sebelumnya, pada masa subur, produksi keputihan meningkat dengan lendir yang encer dan bening. Nah, ketika melewati masa subur, maka sebagian besar wanita produksi lendirnya akan semakin menurun dan menjadi lebih kental.

Lain halnya apabila yang terjadi adalah kehamilan, maka cairan keputihan yang terbentuk tetap banyak dan encer. Tak heran, karena di samping progesteron, hormon estrogen juga terus dihasilkan selama kehamilan.

Pada saat implantasi atau tertanamnya hasil pembuahan di rahim, yakni sekitar 2 minggu setelah tanggal masa subur atau ovulasi, keputihan berubah menjadi putih, seperti putih susu, dalam jumlah banyak dan tidak berbau.

Suhu tubuhpun akan meningkat relatif lebih tinggi dibanding biasanya dan muncullah tanda-tanda serta gejala awal kehamilan lainnya.

Jadi, pada tahap awal kehamilan, bukan hanya jumlah dan tekstur cairan vagina yang berubah. Tetapi warnanya pun juga ikut berubah.

Berikut perubahan warna keputihan dari masa subur hingga awal kehamilan: Encer dan transparan (bening) menjadi sedikit berawan, putih susu, atau berwarna krem.

Terkadang ada wanita hamil yang mengalami keputihan berwarna kecoklatan atau disertai sedikit bercak darah (pendarahan ringan), maka memang hal ini bisa terjadi, akibat implantasi zigot ke dalam rahim.

Sekilas, memang sulit membedakan keputihan mau haid dan hamil. Pada prinsipnya, jika lendir keputihan jumlahnya terus menurun dan menjadi berwarna putih dan kental seiring semakin dekatnya jadwal menstruasi selanjutnya, maka itulah keputihan mau haid.

Sebaliknya, apabila keputihan yang dihasilkan tetap banyak, lalu berubah warna menjadi putih keruh – krem, terkadang disertai sedikit bercak darah, maka itulah keputihan akan hamil.

Tapi ingat ya, kehamilan tidak dapat dipastikan hanya dari keputihan saja. Bahkan faktanya, pada setiap wanita dapat berbeda. Oleh sebab itu, perhatikan tanda-tanda kehamilan lainnya, serta lakukanlah tespek, atau tes kehamilan urin.

Bagaimana membedakan gejala mau haid atau mau hamil?

Gejala akan haid memang mirip dengan gejala awal kehamilan, seperti kram perut dan payudara sensitif. Namun demikian, tetap ada bedanya. Apa itu? ada dua gejala yang berbeda, yakni masalah mual muntah dan keluarnya bercak darah (spotting).

Pada wanita yang akan haid (tidak hamil), nafsu makannya cenderung meningkat saat mendekati jadwal haid yang seharusnya. Sedangkan pada wanita hamil, nafsu makan cenderung menurun dan mual, bahkan muntah.

Pada wanita yang mau haid, keputihan dengan ciri-ciri seperti di atas berlanjut dengan keluarnya darah mens. Sedangkan pada wanita hamil, keputihannya berlanjut dengan keluarnya sedikit bercak darah (pendarahan implantasi) yang biasanya dibarengi dengan kram perut.

Ciri khas pendarahan implantasi adalah bercak darah yang tidak sampai membasahi pembalut atau celana dalam. Durasinya pun sangat singkat, hanya beberapa jam hingga maksimal 2 hari.

Waspadai Kondisi Berikut!

Karakteristik keputihan sebelum haid ataupun tanda hamil dengan seperti di atas adalah kondisi normal yang tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika ternyata yang terjadi adalah keputihan abnormal, maka harus diwaspadai.

Berikut tanda dan gejala keputihan abnormal:

  • Berwarna kuning terang, hijau atau abu-abu
  • Keputihan berbau kuat, bau busuk atau aneh
  • Keputihan berbusa
  • Berwarna putih dan keluar dalam bentuk gumpalan-gumpalan
  • Menimbulkan kemerahan, rasa panas, gatal, nyeri panggul, atau demam.

Tak perlu banyak kompromi, segera periksakan ke dokter apabila mengalami gejala di atas. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah infeksi bakteri, jamur, dan parasit.

  • Babypedia. (2017. Early Pregnancy Discharge: Is This Really a Sign of Pregnancy?. Diakses dari https://baby-pedia.com/early-pregnancy-discharge-really-sign-pregnancy/
  • Mayo Clinic Staff. (2017). Symptoms of pregnancy: What happens first. Diakses dari mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/symptoms-of-pregnancy/art-20043853
  • Morning sickness: Nausea and vomiting of pregnancy. (2015). Diakses dari acog.org/Patients/FAQs/Morning-Sickness-Nausea-and-Vomiting-of-Pregnancy
  • Premenstrual syndrome. (2010). Diakses dari womenshealth.gov/files/documents/fact-sheet-premenstrual-syndrome.pdf

Tinggalkan Komentar

#