Keluar Flek Coklat? Ketahui Penyebab dan Bahayanya

Melihat adanya bercak atau flek coklat pada celana dalam tentu bisa membuat kaget dan khawatir. Apa penyebab flek coklat dan apakah berbahaya?

Flek coklat penyebab dan cara mengatasi

Flek coklat berarti bercak darah ringan berwarna kecoklatan yang hanya sedikit membasahi celana dalam dan tidak sampai memerlukan pembalut.

Apa sebenarnya flek coklat itu?

Flek coklat adalah keluarnya bercak darah berwarna kecoklatan. Darah yang berwarna kecoklatan menandakan bahwa darah tersebut sudah tidak segar lagi alias darah lama.

Awalnya memang berupa darah segar yang berwarna merah cerah, namun berubah menjadi kecoklatan atau semakin gelap ketika lama tertahan dalam rahim atau vagina dan tak kunjung keluar.

Proses oksidasi terjadi ketika darah bersentuhan dengan udara sehingga menyebabkan hemoglobin dan zat besi dalam darah berubah warna menjadi kecoklatan. Jadi, flek coklat merupakan hasil dari proses oksidasi ini.

Dalam kebanyakan kasus, keluarnya bercak coklat merupakan kondisi yang normal. Ini bisa menjadi pertanda banyak hal, mulai dari tanda menstruasi akan tiba hingga tanda penanaman embrio atau implantasi (tanda kehamilan). Namun, ada beberapa tanda peringatan suatu infeksi atau penyakit lain yang harus diwaspadai.

Apa yang bisa menyebabkan Flek Coklat?

Flek coklat dapat muncul kapan saja selama siklus haid wanita yang rata-rata terjadi 28 hari sekali. Sekarang kita sudah tahu bahwa flek coklat merupakan darah tua. Namun, kita belum benar-benar tahu kenapa darah itu bisa muncul.

Nah, untuk mengetahui penyebab munculnya flek coklat, maka perlu kita cermati beberapa hal, seperti kapan terjadinya dan gejala apa saja yang menyertai.

Berikut ini beberapa kondisi umum yang bisa menyebabkan munculnya flek coklat:

  • Menstruasi
  • Ovulasi
  • Pendarahan sela
  • Penggunaan kontrasepsi hormonal
  • Cedera setelah berhubungan
  • Pendarahan implantasi
  • Kehamilan ektopik
  • Keguguran
  • Perimenopause
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Infeksi seksual menular

Simak penjelasannya di bawah ini.

Flek Coklat Akibat Menstruasi

Banyak wanita mengalami flek coklat sebelum menstruasi. Ini terjadi ketika darah haid yang dihasilkan masih sangat sedikit dan belum lancar keluar.

Flek ini kemudian disusul dengan banyaknya darah haid yang keluar dan berwarna merah segar. Umumnya, flek coklat sebelum haid berlangsung sekitar 2 hari sebelum menstruasi.

Bercak coklat juga dapat muncul beberapa hari setelah menstruasi selesai. Ini sangat normal, dan ini adalah cara rahim membersihkan diri.

Flek Coklat Karena Ovulasi

Meskipun jarang, beberapa wanita dapat mengalami flek atau keluarnya bercak coklat ringan selama ovulasi. Proses keluarnya sel telur matang dari ovarium itu dapat menyebabkan sejumlah kecil perdarahan dan bahkan sedikit kram perut.

Ovulasi terjadi di pertengahan siklus haid, yakni terjadi sekitar hari ke 14 dari hari pertama haid pada wanita dengan siklus haid 28 hari. Jadi patut mencurigai proses ovulasi ketika Anda mengalami flek coklat 2 minggu sebelum jadwal haid.

Flek Coklat Akibat KB

Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal dapat mengalami flek coklat ketika jadwal haid. Pasalnya, hormon yang berasal dari kontrasepsi dapat menyebabkan lapisan rahim menjadi lebih tipis, yang pada akhirnya dapat menyebabkan keluarnya bercak darah warna coklat atau bahkan tidak ada menstruasi sama sekali.

Pengguna KB atau kontrasepsi juga bisa mengalami pendarahan sela (breakthrough bleeding), yang menyebabkan flek coklat atau bercak coklat muda. Pendarahan sela terjadi di luar jadwal haid, atau sela antar jadwal haid.

Alasannya pun sama, yakni hormon yang terkandung pada pil atau suntikan kontrasepsi membuat kondisi rahim tidak stabil. Salah satu hasilnya yaitu keluar flek kecoklatan atau bahkan pendarahan yang banyak.

Meskipun begitu, selama Anda menggunakan kontrasepsi dengan benar dan tidak memiliki gejala lainnya, maka seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Flek atau Pendarahan Setelah Berhubungan

Ketika keluarnya bercak darah berwarna kecoklatan atau merah biasa terjadi setelah berhubungan seks, maka berarti ada cedera akibat hubungan yang kuat. Hal ini bisa terjadi akibat penetrasi yang terlalu dalam dan kuat atau kasar sehingga dapat membuat pendarahan serviks.

Jika hal ini terjadi, cobalah untuk beristirahat dari aktivitas bercinta selama beberapa hari dan mintalah kepada pasangan agar lebih lembut, temukan posisi paling nyaman dan memberi waktu ‘pemanasan’ yang cukup sebelum penetrasi dilakukan.

Waspada!
Sering mengalami pendarahan seketika setelah berhubungan bisa menjadi tanda kanker mulut rahim (serviks). Segera periksakan ke dokter jika mengalaminya.

Flek Coklat Tanda Hamil

Keluarnya flek coklat bisa menjadi tanda pendarahan implantasi. Ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Proses ini terkadang menimbulkan flek coklat pada sekitar 30% wanita.

Pendarahan implantasi cenderung terjadi sekitar waktu yang sama dengan jadwal haid. Meskipun biasanya sangat ringan, darahnya sedikit dan hanya berlangsung singkat. Namun, bagi sebagian orang bisa sedikit lebih berat dan menyerupai darah haid.

Jadi, jika sebelumnya telah berhubungan tanpa kondom atau kontrasepsi, lalu setelah satu atau dua minggu mengalami flek coklat dan kram perut ringan, maka dapat dicurigai sebagai tanda kehamilan.

Untuk membuktikannya, bisa dilakukan pemeriksaan test pack beberapa hari setelahnya.

Flek Coklat Tanda Keguguran atau Kehamilan Ektopik

Selama kehamilan memang bisa mengalami pendarahan ringan berupa flek coklat, dan umumnya itu normal. Akan tetapi, dalam kasus yang sangat jarang, bercak coklat pada wanita hamil dapat menjadi tanda keguguran atau kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).

Terlebih apabila disertai dengan berbagai gejala, seperti kram perut terus menerus, sakit perut hebat, badan sangat lemas, pusing, atau pandangan berkunang. Jika hal ini terjadi, segera hubungi dokter.

Flek Akibat Perimenopause

Bercak kecoklatan bisa menjadi tanda perimenopause atau menjelang menopause, terutama bagi wanita berusia 40 – 50-an. Karena pada periode ini siklus haid menjadi lebih tidak teratur, maka pendarahan atau flek berwarna coklat lebih mungkin terjadi.

Gejala lain yang dapat menyertai, seperti:

  • Hot flashes
  • Kekeringan vagina
  • Perubahan suasana hati
  • Sakit kepala
  • Berkeringat di malam hari
  • Perubahan kulit
  • Insomnia

Flek Kecoklatan Akibat Infeksi

Meskipun keputihan coklat biasanya normal, infeksi tertentu juga dapat menyebabkannya. Ini adalah beberapa penyakit menular yang paling umum yang dapat menyebabkan flek coklat:

  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Chlamydia
  • Gonorea atau GO
  • Benda asing yang tertahan (seperti tampon, kondom, sex toy, atau cincin kontrasepsi)
  • Vaginosis bakteri

Perlu diingat bahwa infeksi ini tidak hanya menyebabkan keputihan yang berwarna coklat. Tetapi juga disertai dengan gejala lain yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Cairan berbau busuk
  • Gatal vagina
  • Hubungan terasa sakit
  • Sakit saat buang air kecil
  • Nyeri perut
  • Demam atau kedinginan

Jika mengalami keputihan berbau busuk atau gatal, atau  memiliki gejala abnormal lainnya, janagn tunda lagi untuk pergi ke dokter. Semua jenis infeksi memerlukan perhatian medis, dan diagnosis dini adalah kunci untuk menghindari komplikasi.

mengatasi flek coklat

Temukan penyebab flek coklat terlebih dahulu untuk dapat mengatasi dengan tuntas.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi flek coklat?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengawasi gejala tambahan dan waktu terjadinya. Selalu mencatat atau memperhatikan jadwal siklus haid merupakan hal penting dalam membantu Anda menentukan apakah flek itu normal atau tidak.

Misalnya, jika Anda baru saja mengalami flek coklat tua sebelum haid atau sesudahnya, maka kemungkinan besar itu hanya bagian dari proses menstruasi. Atau ketika mengalami hal normal lainnya seperti di atas, maka tidak ada yang perlu dilakukan selain menjaga pola hidup sehat.

Solusi mengatasi flek coklat pada beberapa kondisi:

  • Menggunakan Kontrasepsi. Selalu ikuti jadwal minum atau suntik kontrasepsi secara teratur, jika merasa tak nyaman dengan efek sampingnya konsultasikan dengan dokter. Akan dipertimbangkan perlu tidaknya mengganti metode kontrasepsi atau berhenti menggunakannya.
  • Sedang Hamil. Meskipun bisa jadi normal, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Umumnya dokter menganjurkan untuk bedrest total selama keluar flek dan menghindari hubungan intim.
  • Wanita perimenopause. Berbagai keluhan terkait perimenopause termasuk flek coklat dapat diatasi dengan terapi penggantian hormon.
  • Curiga Infeksi. Flek coklat tebal atau berserat yang berbau busuk atau gatal dapat menjadi gejala infeksi. Rasa sakit atau demam juga merupakan tanda peringatan bahwa Anda perlu ke dokter. Infeksi harus diatasi dengan penggunaan obat antibiotik dan semisalnya agar tidak berlanjut parah yang bisa berpotensi menyebabkan kemandulan.

Setiap kali Anda merasa khawatir tentang flek coklat atau gejala lain yang menyertai, maka yang terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan dapat menjelaskan apa yang terjadi, mengobati semua kondisi yang abnormal, dan meminimalisir ketidaknyamanan.

  • Anna Kelpchukova, MD at Flo.health. 2020. Brown Vaginal Discharge: What Can It Mean?. Diakses Mei 2020.
  • ACOG. 2016. Bleeding during pregnancy. Diakses Mei 2020.
  • Cancer.gov. t.a. Cancer stat facts: Cervical cancer. Diakses Mei 2020.
  • Holly Ernst, P.A. Medicalnewstoday. 2020. What causes brown discharge before a period?. Diakses Mei 2020.

Tinggalkan Komentar

#