Bahaya Akibat Gula Darah Tinggi 400 atau Lebih

Gula darah harus berada pada ambang tertentu untuk menjaga fungsi normal tubuh. Jika sampai melonjak tinggi hingga 400 atau lebih, maka bisa berbahaya.

Gula darah tinggi 400 mg

Kadar gula darah tinggi hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan gula darah

Nilai tertinggi gula darah yang masih dianggap normal adalah 200 mg/dL yang diambil sewaktu-waktu atau tidak lebih dari 100 mg/dL ketika puasa selama 8 jam. LihatĀ Kadar Gula Darah Normal

Ketika kadar gula darah di atas nilai normal tersebut dan disertai dengan gejala khas diabetes, maka sudah dapat didiagnosis memiliki penyakit diabetes.

Kondisi ini terjadi ketika hormon insulin yang bertanggung jawab memasukkan gula darah ke dalam sel tubuh mengalami gangguan fungsi atau kadarnya tidak mencukupi.

Akibatnya, gula menumpuk dalam aliran darah, padahal sel tubuh membutuhkannya sebagai sumber energi dan cadangan energi. Penumpukan gula darah ini tentu akan menimbulkan banyak masalah. Bahkan mengancam nyawa.

Apa Bahaya Gula darah tinggi 400 mg/dL atau lebih?

Umumnya gula darah tinggi tidak menimbulkan masalah jika terjadi singkat. Namun, ketika gula darah menjadi sangat tinggi – misalnya, 300 miligram per desiliter atau 400 miligram per desiliter bahkan lebih tinggi, maka beberapa gejala dapat terjadi.

Gula darah 300-400 mg/dl dapat menyebabkan:

  • Penglihatan kabur
  • Mulut kering
  • Merasa sangat haus
  • Banyak minum
  • Buang air kecil banyak
  • Kelelahan

Kadar gula darah yang terlalu tinggi bahkan dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa yang disebut ketoasidosis diabetik, juga disebut koma diabetik.

Selama ketoasidosis, tubuh memecah banyak lemak sekaligus, dan akibatnya dihasilkan keton yang dapat keluar bersama urin. Akan tetapi, ketika jumlah keton dalam darah terlalu banyak, maka tubuh tidak dapat mengikuti proses ekskresi ini, menyebabkan keton yang merupakan zat asam menumpuk di aliran darah.

Tanda-tanda ketoasidosis akibat gula darah tinggi dapat termasuk mulut kering bersama dengan napas berbau keton (aroma buah), mual, dan sesak napas. Bahkan mungkin mengalami kecemasan dan muntah.

Kemungkinan komplikasi lain dari gula darah tinggi disebut hyperglycemic hyperosmolar syndrome (HHS). Pada kondisi ini, kadar glukosa darah mungkin mencapai 600 mg / dL atau lebih.

HHS terjadi ketika tubuh memiliki cukup insulin, tetapi tubuh tidak menggunakannya dengan benar. Akibatnya glukosa tidak digunakan oleh tubuh, dan sebaliknya ditransfer ke urin.

Sindrom hiperoslikemik hiperglikemik dianggap sebagai keadaan darurat yang mengancam jiwa. Tanda utamanya termasuk dehidrasi, koma, dan bahkan kematian.

Apa yang Harus dilakukan saat gula darah tinggi?

Begitu kadar gula darah diketahui mencapai angka 250 atau bahkan 400 mg/dL. Segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Saat ini diperlukan pemeriksaan urin untuk melihat adanya keton serta penanganan yang cepat untuk menurunkan gula darah.

Gejala dan tanda berikut ini mengharuskan seseorang untuk dibawa ke ruang gawat darurat:

  • kadar gula darah yaitu 250 mg / dL atau lebih tinggi
  • tes dipstick urin menujukkan keton positif, pada tingkat sedang hingga berat
  • kebingungan
  • haus yang berlebihan
  • sering buang air kecil
  • mual
  • sesak napas
  • sakit perut
  • muntah

Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh dan dapat menyebabkan darah menjadi asam. Tentu ini bukan kondisi yang mendukung kehidupan.

Oleh sebab itu, diperlukan perawatan. Termasuk dengan pemberian insulin intravena secara terus menerus dan memberikan cairan IV (infus) untuk memperbaiki dehidrasi.

Kenali Penyebabnya dan Lakukan Pencegahan

Bagi yang memiliki diabetes, melonjaknya kadar gula darah sampai 300-400 paling sering terjadi akibat tidak patuh minum obat dan tidak menjaga pantangan makanan.

Oleh sebab itu, beberapa penyebab gula darah tinggi di bawah ini perlu diwaspadai:

  • Tidak mengonsumsi obat diabetes dalam jumlah yang tepat
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang meningkatkan gula darah atau membuat obat-obatan gula darah tidak bekerja dengan baik
  • Mengonsumsi terlalu banyak kalori dengan mengonsumsi makanan dalam porsi besar, memilih terlalu banyak makanan berkalori tinggi, atau minum terlalu banyak minuman manis.
  • Makan terlalu banyak karbohidrat, seperti makanan yang dibuat terutama dengan gula, tepung putih (dalam roti, biskuit, pancake, misalnya), kentang putih, atau nasi putih
  • Tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup (olahraga dapat menurunkan gula darah)
  • Mengalami stres emosional atau fisik yang meningkat
  • Sedang sakit, termasuk masuk angin, flu, gigi terinfeksi, atau infeksi saluran kemih.

. . .

Pastikan minum obat antidiabetes dengan teratur dan selalu konsultasikan dengan dokter ketika mengalami sakit atau hendak mengonsumsi obat atau herbal yang tidak biasa digunakan.

Jangan anggap remeh gula darah naik di atas 250 mg/dl, jangan panik. Bertindaklah dengan cepat dan tepat sebelum semuanya terlambat.

  • American Diabetes Association. 2012. Living with Diabetes. Hyperglycemia (High Blood Glucose). Diakses pada Mei 2020.
  • American Diabetes Association. 2015. DKA (Ketoacidosis) and Ketones. Diakses pada Mei 2020.
  • American Diabetes Association. 2014. Hyperglycemia (High Blood Glucose). Diakses pada Mei 2020.
  • Mayo Clinic. 2015. Hyperglycemia in Diabetes. Diakses pada Mei 2020.
  • Rachel Nall, RN, MSN, CRNA, Healthline. 2019. Emergency Highs: How to Lower Blood Sugar Quickly. Diakses pada Mei 2020.

Tinggalkan Komentar

#