Kenali Penyebab Kentut Bau Busuk & Cara Mengatasinya

Bau kentut yang busuk sangat mengganggu, ketahui apa saja yang menjadi penyebab kentut bau dan bagaimana cara mengatasinya.

Penyebab kentut bau

Kentut (flatulensi) adalah cara alami tubuh dalam mengeluarkan produk sampingan dari sistem pencernaan melalui anus atau dubur. Normalnya rata- rata, setiap orang dapat mengeluarkan kentut sebanyak 14 hingga 21 kali dalam sehari.

Meski lebih sering menggambarkan kondisi tubuh yang sehat, namun kentut yang berbau menyengat atau busuk dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan akan sangat memalukan, terlebih bila dikeluarkan di tengah keramaian atau saat sedang berkumpul.

Umumnya, penyebab kentut bau ditenggarai oleh konsumsi berlebih makanan tinggi serat dan sulfur, seperti brokoli, kacang-kacangan dan telur. Kendati demikian, kentut yang berbau busuk disertai dengan keluhan lain yang mengkhawatirkan dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang serius.

Untuk itu, kenali dengan cermat berbagai penyebab kentut bau berikut:

Penyebab kentut bau

1. Konsumsi Makanan Tinggi Serat & Sulfur

Seringkali, penyebab kentut bau yang tidak enak diakibatkan oleh konsumsi berlebih makanan tinggi serat seperti brokoli, kol dan kacang-kacangan serta makanan tinggi sulfur seperti bawang putih, buah-buahan kering telur dan daging merah.

Waspadai pula gula alkohol seperti sorbitol dan xylitol serta pemanis buatan lainnya yang biasa dijumpai di permen karet bebas gula, permen pelega tenggorokan dan minuman kemasan karena dapat berkontribusi terhadap bauk kentut yang busuk bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

2. Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan adalah ketidakmampuan tubuh dalam mencerna zat-zat tertentu yang terkandung dalam makanan. Yang paling umum dijumpai yakni intoleransi laktosa dan intoleransi gluten. Laktosa yakni salah bentuk gula yang terdapat pada susu dan produk olahannya, sementara gluten adalah jenis protein yang biasa terkandung di dalam gandum.

Seseorang yang mengalami intoleransi makanan (entah itu intoleransi laktosa atau gluten) akan mengalami beberapa gejala yang tidak mengenakkan selepas mengonsumsi sumber makanan yang mengandung zat -zat tersebut. Salah satunya adalah perut kembung dan kentut berbau busuk.

3. Sembelit

Sembelit atau susah buang air besar terjadi saat feses yang seharusnya dikeluarkan melalui anus justru tertahan atau menumpuk di usus besar. Kondisi tersebut memungkinkan bakteri penyebab bau busuk berkembang biak dengan cepat dan menghasilkan gas berlebih sehingga kentut yang dikeluarkan pun menjadi berbau busuk.

Sembelit acap kali didasari oleh pola makan dan gaya hidup yang buruk. Misal seperti kurangnya konsumsi asupan makanan berserat, kurang minum, malas bergerak dan berolahraga serta kebiasaan buruk sering mengabaikan keinginan untuk buang air besar.

4. Ketidakseimbangan Mikrobioma Usus

Mikrobioma usus adalah ekosistem renik yang terdiri dari miliaran mikroorganisme – terutama bakteri, yang mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh dalam menyerap nutrisi dan menghasilkan energi.

Adanya ketidakseimbangan mikrobioma usus dapat menjadi penyebab yang mendasari kentut berbau busuk serta gejala lainnya seperti nyeri perut – terutama setelah makan, perut kembung, diare, sembelit dan rasa mudah kenyang meski hanya makan sedikit.

Ketidakseimbangan mikrobioma usus sendiri dapat disebabkan oleh pola makan tinggi lemak dan rendah serat atau penggunaan antibiotik yang berlebihan. Selain itu, dapat dipicu pula oleh pertumbuhan berlebih dari bakteri di usus kecil yang dikenal dengan istilah small intestinal bacterial overgrowth (SIBO).

5. Efek Samping Obat-Obatan

Penyebab kentut bau bisa juga disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa diantaranya seperti antibiotik, obat antikonvulsan seperti gabapentin, obat diabetes sepertiĀ  metformin, antasida, obat diare, obat pencahar dan termasuk pula suplemen serat.

6. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, penyebab kentut bau terus-menerus dapat mengindikasikan masalah kesehatan serius seperti penyakit radang usus, divertikultis dan kanker usus besar. Oleh karena itu, waspadai dan segera periksakan diri ke dokter bila kentut bau yang dialami disertai dengan gejala lain, diantaranya:

  • Buang air besar berdarah.
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan yang sukar dijelaskan.
  • Demam dan sering merasa kelelahan.
  • Diare atau sembelit yang persisten.
  • Nyeri perut parah dan muntah-muntah.

Bagaimana cara mengatasi kentut bau?

Ada berbagai kiat yang dapat diterapkan sebagai cara menghilangkan bau kentut yang tidak enak, antara lain:

  • Cobalah untuk membatasi atau menghindari konsumsi makanan tertentu yang disinyalir memicu kentut bau dan perut bergas.
  • Makanlah dalam porsi yang lebih kecil dan secara perlahan.
  • Sertakan makanan prebiotik seperti yogurt bebas gula untuk meningkatkan jumlah bakteri baik dalam saluran cerna.
  • Minum cukup air putih setiap hari dan olahraga secara teratur untuk meningkatkan fungsi sistem saluran pencernaan.
  • Hindari minuman bersoda, minuman beralkohol dan merokok.

Pesan terakhir, pastikan untuk menjaga sikap dengan tidak kentut sembarangan dan konsultasikan langsung pada dokter bila kentut busuk yang dialami terus berlanjut disertai gejala lain yang tidak biasa.

  • Jenna Fletcher, Medicalnewstoday. 2018. How do you stop smelly farts?. Diakses Januari 2020.
  • Kiara Anthony, Healthline. 2017. Smelly Farts. Diakses Januari 2020.
  • Lauren Del Turco, Prevention. 2019. 8 Reasons Your Farts Smell Really Terrible, According to Digestion Experts. Diakses Januari 2020.
  • Karen Pallarito, Health. 2017. 8 Reasons Your Farts Smell So Bad. Diakses Januari 2020.

Tinggalkan Komentar

#