Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil & Kesehatan Janin

Bunda yang tengah berbadan dua, konsumsilah asam folat secara rutin karena ada banyak manfaat asam folat untuk ibu hamil.

Manfaat asam folat untuk ibu hamil

Apa itu asam folat?

Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat yang merupakan salah satu bagian dari vitamin B, yakni B9. Folat atau vitamin B9 ini merupakan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan tubuh untuk replikasi DNA dan sebagai substrat untuk berbagai reaksi enzimatik yang terlibat dalam sintesis asam amino dan metabolisme vitamin.

Sumber folat terbaik dapat diperoleh secara alami dari beragam jenis makanan, seperti sayuran hijau, alpukat, jeruk hingga hati sapi. Sementara untuk asam folat, tersedia dalam bentuk multivitamin atau suplemen tunggal serta makanan yang telah difortifikasi asam folat seperti sereal, pasta dan roti.

Kapan saat terbaik untuk mulai mengonsumsi asam folat?

Para ahli merekomendasikan untuk mulai mengonsumsi asam folat setiap hari selama setidaknya sebulan sebelum masa konsepsi atau pembuahan dan setiap hari selama kehamilan.

Kendati demikian, tak masalah bila ingin mengonsumsinya lebih awal, karena pada dasarnya setiap wanita usia subur dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat setiap harinya.

Berapa banyak kebutuhan asam folat setiap harinya?

Dosis yang dianjurkan untuk semua wanita usia subur adalah sebesar 400 mcg folat/hari. Sementara selama masa kehamilan, dosis rata-rata yang dianjurkan para ahli yakni:

  • Sebelum kehamilan = 400 mcg/hari.
  • Trimester I atau pada 3 bulan pertama kehamilan = 400 mcg/hari.
  • Trimester II-III atau 4 hingga 9 bulan kehamilan = 600 mcg/hari.
  • Selama masa menyusui = 500 mcg/hari.

Apa saja manfaat asam folat untuk ibu hamil?

Asupan asam folat dalam jumlah cukup selama kehamilan sangatlah penting, terutama untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada bayi. Selain itu, bermanfaat pula untuk mencegah anemia, menurunkan risiko preeklampsia hingga membantu mencegah keguguran.

Berikut manfaat asam folat untuk ibu hamil selengkapnya:

1. Mencegah Cacat Lahir pada Bayi

Salah satu manfaat terpenting asam folat untuk ibu hamil adalah untuk mencegah bayi mengalami cacat lahir. Satu diantaranya yakni cacat tabung saraf (neural tube defects), termasuk:

  • Spina bifida. Cacat lahir yang ditandai dengan munculnya celah pada ruas tulang belakang akibat dari tabung saraf yang tidak menutup atau berkembang dengan baik selama dalam kandungan. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi pada bayi berupa kelemahan otot dan kelumpuhan, gangguan pada pergerakan usus dan proses berkemih, hidrosefalus dan beberapa cacat permanen lainnya.
  • Anensefali. Kondisi dimana bayi dilahirkan tanpa bagian otak dan tulang tengkorak yang lengkap. Bayi dengan kondisi seperti ini biasanya terlahir mati atau lahir hidup namun hanya mampu bertahan beberapa jam saja.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa asupan asam folat dalam jumlah cukup selama kehamilan dapat membantu mencegah terjadinya autisme pada bayi, cacat jantung bawaan serta bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.

2. Mencegah Anemia

Saat tengah berbadan dua, ibu hamil membutuhkan lebih banyak sel darah sehat guna mendukung perkembangan janin. Oleh karenanya, ibu hamil dituntut untuk menerapkan pola hidup sehat dengan gizi seimbang agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut sekaligus mencegah terjadinya anemia.

Selain zat besi dan vitamin B12, nutrisi lain yang berperan penting dalam proses produksi sel-sel darah merah yang sehat adalah folat atau asam folat. Maka dari itu, ibu hamil perlu memenuhi asupan zat besi, vitamin B12 dan folat/asam folat dalam jumlah cukup setiap harinya, baik lewat makanan atau suplementasi.

3. Menurunkan Risiko Preeklampsia

Manfaat asam folat untuk ibu hamil selanjutnya yakni untuk menurunkan risiko preeklampsia. Preeklampsia sendiri merupakan gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi disertai dengan adanya protein berlebih dalam urine (proteinuria).

Salah satu cara untuk menghindari kondisi berbahaya ini adalah dengan mendapat cukup asupan asam folat dan meningkatkan asupannya saat kehamilan telah memasuki trimester ke-2 lantaran preeklampsia umumnya muncul pada usia kandungan lebih dari 20 minggu.

4. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Asupan folat dalam jumlah cukup selama dan di luar kehamilan sangat dibutuhkan untuk membantu menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini tak lepas dari peranan folat di dalam tubuh yang dapat membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah – molekul inflamasi yang terkait erat dengan perkembangan penyakit jantung.

Selain memenuhi kebutuhan folat/asam folat, pastikan juga untuk rutin berkonsultasi pada dokter kandungan selama kehamilan, terlebih bila memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan gangguan jantung sebelumnya.

5. Mencegah Keguguran

Keguguran adalah hilangnya janin sebelum minggu ke-20 kehamilan. Salah satu faktor risiko yang menyebabkan kondisi ini adalah asupan nutrisi harian yang tidak terpenuhi selama kehamilan, termasuk kurangnya asupan asam folat.

Selain keguguran, kecukupan asupan asam folat selama kehamilan juga diketahui dapat membantu mencegah timbulnya masalah lain terkait kehamilan, termasuk pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Bagaimana cara memenuhi kecukupan asupan folat harian?

Untuk memenuhi kebutuhan asupan asam folat selama kehamilan, Bunda dapat mengonsumsi suplemen asam folat dan beragam jenis makanan tinggi folat, diantaranya seperti:

  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kangkung, selada, brokoli, asparagus, dsb.
  • Buah-buahan, seperti jeruk, pepaya, alpukat, buah bit dan pisang.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Telur.
  • Hati sapi.
  • Makanan yang diperkaya asam folat seperti sereal sarapan.
  • Traci C. Johnson, MD, Webmd. 2018. Folic Acid and Pregnancy. Diakses Maret 2020.
  • Cdc.gov. 2018. Folic Acid. Diakses Maret 2020.
  • James A Greenberg, MD, Stacey J Bell, DSc, RD and Yan-hong Yu, MD, PhD, Ncbi. Folic Acid Supplementation and Pregnancy: More Than Just Neural Tube Defect Prevention. Diakses Maret 2020.
  • Annette McDermott, Healthline. 2019.Folic Acid and Pregnancy: How Much Do You Need?. Diakses Maret 2020.
  • Atli Arnarson, PhD on August, Healthline. 2019. Folic Acid vs. Folate — What’s the Difference?. Diakses Maret 2020.
  • Erica Julson, MS, RDN, CLT, Healthline. 2018. Folic Acid: Everything You Need to Know. Diakses Maret 2020.

Tinggalkan Komentar

#