Penyebab Puting Gatal Saat Menyusui & Tips Mengatasinya

Bunda, mari ketahui apa saja yang menjadi penyebab puting gatal saat menyusui plus tips mengatasinya.

Penyebab puting gatal saat menyusui

Menyusui menjadi ajang untuk memperkuat bonding antara Bunda dan buah hati tersayang, selain tentu bermanfaat dalam meningkatkan sistem imun si kecil. Kendati demikian, terkadang ada saja hambatan yang membuat Bunda menjadi tidak betah berlama-lama dalam memberikannya ASI.

Salah satu bentuk hambatan tersebut yakni keluhan gatal pada puting. Kondisi ini bisa jadi bagian dari gejala transisi dimana jaringan puting menjadi sensitif di awal menyusui atau justru menjadi pertanda dari infeksi.

Untuk lebih jelasnya, simak berbagai penyebab puting gatal saat menyusui berikut:

1. Kandiasis

Salah satu penyebab puting gatal saat menyusui yang umum dijumpai adalah kandiasis atau infeksi oleh jamur Candida albicans. Infeksi ini bisa jadi berawal dari lidah bayi yang telah terinfeksi sebelumnya kemudian berpindah ke puting Bunda atau justru berawal dari Bunda sendiri.

Selain rasa gatal, gejala lain yang mungkin dirasakan yakni puting dan area sekitar payudara nampak bersisik serta nyeri saat maupun selepas menyusui. Pada bayi, biasanya ditemukan bercak putih atau kuning di gusi, pipi atau bagian dalam bibir yang sulit dihilangkan. Berbeda dengan bercak akibat sisa sufor atau ASI yang mudah dibersihkan.

Baca juga: Beda Lidah Putih pada Bayi Akibat Susu & Infeksi Jamur & Cara Membersihkan Lidah Bayi

2. Masisitis

Masisitis adalah bentuk inflamasi atau peradangan yang terjadi pada jaringan payudara. Ada dua penyebab umum yang memicu terjadinya masisitis pada ibu hamil, yakni infeksi bakteri Staphylococcus dan Streptococcus atau akibat adanya sumbatan/endapan dari sisa ASI di dalam saluran susu.

Beberapa gejala dari masisitis yang harus diwaspadai diantaranya yakni:

  • Payudara terasa hangat dan nampak kemerahan.
  • Payudara sering terasa gatal.
  • Nyeri saat menyusui.
  • Ukuran salah satu payudara menjadi lebih besar dan terkadang terdapat benjolan yang menyakitkan.
  • Keluar nanah dari puting.
  • Gejala mirip flu seperti demam, kelelahan dan sakit kepala yang dapat disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.

3. Stretch Mark

Selama masa menyusui, payudara Bunda akan terisi dengan air susu. Kondisi ini dapat berimbas pada perubahan ukuran payudara yang semakin membesar dan jaringan elastisitas kulit sekitarnya yang meregang secara berlebihan sehingga membentuk stretch mark.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala gatal pada puting atau area sekitar payudara serta timbulnya garis berwarna merah keunguan yang kemudian berubah menjadi garis keputih-putihan. Tak ada yang perlu dikhawatrikan dari masalah ini, selain daripada masalah tampilan.

4. Eksim

Penyebab puting gatal saat menyusui selanjutnya adalah eksim. Eksim sendiri merupakan salah satu bentuk gangguan kulit yang dapat menyebabkan peradangan, gatal-gatal juga kulit kering dan kemerahan.

Payudara menjadi salah satu area tubuh yang tak luput dari eksim. Biasanya, eksim pada payudara terjadi akibat gesekan berulang-ulang saat menyusui atau perlekatan menyusui bayi yang tidak tepat sehingga puting menjadi lecet dan teriritasi.

5. Infeksi Tungau dan Jamur

Ada banyak jenis infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau maupun jamur, termasuk diantaranya yakni scabies dan kurap. Payudara termasuk area yang rentan terkena infeksi kulit semacam ini karena tergolong area tubuh yang lembap dan hangat.

Area kulit yang terkena tungau scabies atau infeksi jamur kulit akan bereaksi menimbulkan sensasi gatal dan ruam kemerahan. Jika mengalami infeksi kulit seperti ini sebaiknya Bunda menunda dulu untuk memberikan ASI pada si kecil hingga infeksinya sudah berhasil disembuhkan sepenuhnya.

Baca juga: Jenis-jenis Infeksi Jamur Kulit yang Umum Dijumpai

Pengobatan rumahan yang dapat dilakukan

Ada beberapa tips yang dapat Bunda lakukan di rumah untuk membantu mengatasi keluhan puting gatal saat menyusui, antara lain:

  • Gunakan salep puting serbaguna yang mengandung bahan antijamur, antibakteri dan antiinflamasi.
  • Pilihan lain yakni dengan mengoleskan krim atau salep lanolin.
  • Pelajari posisi menyusui dan perlekatan yang benar.
  • Terapkan kompres hangat di sekitar payudara dan puting.
  • Keringkan puting setiap selepas menyusui.

Segera ke dokter bila menjumpai gejala sebagai berikut:

  • Rasa gatal tak juga membaik atau justru bertambah buruk.
  • Payudara nampak bengkak dan kemerahan.
  • Di temukan bercak putih tanda kandiasis pada bayi.
  • Terdapat benjolan yang menyakitkan di payudara.
  • Puting mengeluarkan nanah.
  • Mengalami demam, kelelahan dan berkurangnya nafsu makan.

Pengobatan yang akan dilakukan dokter dalam kondisi seperti ini yakni:

  • Obat antijamur untuk mengatasi infeksi jamur kulit, termasuk kandiasis dan kurap.
  • Obat antiparasitik untuk mengatasi scabies.
  • Obat antibiotik dan pereda nyeri untuk mengatasi masisitis.
  • Zawn Villines, Medicalnewstoday. 2018. What causes itchy nipples while breastfeeding?. Diakses Maret 2020.
  • Rachel Nall, RN, BSN, Healthline 2016. Why Are My Nipples Itchy?. Diakses Maret 2020.
  • Valencia Higuera, Healthline. 2016. Itchy Nipples and Breast-Feeding: Treating Thrush. Diakses Maret 2020.
  • Rohit Garoo, Momjunction. 2020. What Causes Itchy Breasts While Breastfeeding And How To Deal With It. Diakses Maret 2020.
  • Donna Murray, RN, BSN, Verywellfamily. 209. Thrush and Breastfeeding Signs, Symptoms, and Treatment. Diakses Maret 2020.

Tinggalkan Komentar

#