Penyebab Sering Sariawan yang Perlu Diwaspadai

Penyebab sering sariawan cukup beragam, ketahui selengkapnya disini.

Penyebab sering sariawan

Sariawan merupakan salah satu masalah mulut yang paling umum dijumpai. Kondisi ini ditandai oleh luka di dalam mulut yang dapat terjadi di bagian dalam pipi atau bibir, di permukaan lidah ataupun gusi serta di langit-langit mulut.

Meski sebagian besar kasus sariawan terbilang ringan dan hanya dialami sesekali waktu saja, namun ada beberapa orang yang justru sering sekali mengalami sariawan. Kondisi yang disebut dengan stomatitis aphtous berulang ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Mulai dari trauma ringan, defisiensi nutrisi hingga pertanda kondisi medis tertentu seperti sindrom Behcet.

Beragam penyebab sering sariawan yang perlu diketahui

Penyebab sering sariawan

1. Trauma & Iritasi

Sariawan yang seringkali dialami dapat dipicu akibat trauma ringan pada mukosa mulut. Misal tergigit saat berbicara atau mengunyah, kebiasaan sering mengonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu panas, menyikat gigi terlalu keras hingga pemakaian kawat gigi ataupun gigi palsu.

Selain itu, dapat dipicu pula oleh iritasi dari konsumsi berlebih makanan pedas atau asam, pengggunaan produk pasta gigi maupun obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS) dan kebiasaan mengunyah tembakau atau merokok.

Untuk kasus merokok, biasanya efek sering sariawan akan dialami para perokok berat saat berhenti merokok. Hal ini lantaran sudah terjadi penumpukan berbagai zat kimia pada rokok di dalam seluruh tubuh, termasuk di dalam rongga mulut yang mampu menciptakan lingkungan yang sesuai untuk bakteri anaerob dan mulut kering sehingga timbul lah sariawan berulang.

2. Genetik

Faktor genetik memegang peranan yang sangat besar sebagai penyebab sering sariawan yang dialami. Sejumlah ahli berpendapat bahwasanya kondisi ini berhubungan dengan peningkatan jumlah human leucocyte antigen (HLA) yang menyerang sel-sel melalui mekanisme sitotoksik. Orang tua yang menderita sariawan berulang, besar kemungkinan akan menurunkan kondisi serupa pada anak-anaknya.

3. Defisiensi Nutrisi

Kekurangan nutrisi, khususnya vitamin B12, folat (asam folat), zinc dan zat besi dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami sariawan berulang. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi asupan nutisi yang lengkap dengan mengonsumsi sumber makanan yang bervariasi, terutama sayuran dan buah-buahan.

4. Stres

Stres adalah respon tubuh dalam menyesuaikan diri terhadap bentuk perubahan lingkungan, tekanan maupun ancaman. Tanpa disadari, ternyata kondisi stres yang berlarut-larut atau tidak dikelola dengan baik dapat berperan sebagai salah satu penyebab sering sariawan.

Selain sariawan, efek buruk lainnya akibat dari stres yang tidak ditangani dengan baik diantaranya seperti sindrom kelelahan kronis, gangguan tidur, masalah kesuburan, gangguan pencernaan seperti maag dan GERD, penyakit Alzheimer hingga penyakit jantung.

5. Hormonal

Pada wanita, kondisi sering sariawan terkait erat dengan perubahan hormonal. Misal seperti di masa pra menstruasi, dimana terjadi penurunan estrogen dan progesteron secara mendadak yang dapat berimbas pada menurunnya suplai darah utama ke perifer dan terjadinya gangguan keseimbangan sel-sel serta memperlambat proses keratinisasi.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menimbulkan reaksi yang berlebihan terhadap jaringan mulut dan kerentanan terhadap iritasi lokal sehingga berujung pada terjadinya sariawan yang berulang kali.

6. Kondisi Medis Tertentu

Sering berulangnya kondisi sariawan yang dialami dapat pula menjadi pertanda dari kondisi medis tertentu, diantaranya:

  • Penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
  • Neutropenia atau disfungsi neutrofil.
  • Penyakit atau sindrom Behcet – kelainan langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh.
  • Penyakit celiac – penyakit autoimun yang dipicu akobat mengonsumsi gluten.
  • Penyakit HIV/AIDS.

Beberapa penyebab sering sariawan lainnya antara lain yakni, infeksi bakteri, alergi dan sensitifitas serta penggunaan obat-obatan tertentu seperti obat anti-inflamasi nonsteroid, beta blockers, agen kemoterapi dan nicorandil.

Kapan harus ke dokter?

Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Sariawan bertahan selama lebih dari 2 minggu dan tak kunjung membaik meski telah melakukan pengobatan rumahan.
  • Sering kambuh atau jumlah sariawan di mulut sangat banyak atau parah.
  • Disertai gejala lain seperti demam, diare, sakit kepala dan ruam kulit.
  • Dicurigai menjadi pertanda dari kondisi medis tertentu.

Pengobatan sekaligus pencegahan timbulnya sariawan kembali dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan rongga mulut, berkumur dengan air garam, meminimalkan stres dan mengonsumsi makanan bergizi tinggi, utamanya yang mengandung vitamin B12 dan zat besi.

Dalam kasus yang cukup parah, dokter dapat meresepkan obat topikal atau obat kumur yang mengandung penghilang rasa sakit ataupun anti-inflamasi dan obat lainnya seperti antibiotik jika memang dibutuhkan.

  • Jaisri R Thoppay, DDS, MBA, MS, Emedicine.medscape. 2018. Aphthous Ulcers. Diakses Desember 2019.
  • Shawn Watson, Verywellhealth. 2019. Potential Causes of Canker Sores. Diakses Desember 2019.
  • L Preeti, KT Magesh, K Rajkumar, and Raghavendhar Karthik, Ncbi.nlm.nih.gov, 2011. Recurrent aphthous stomatitis. Diakses Desember 2019.
  • Markus MacGill, Medicalnewstoday. 2017. Everything you need to know about canker sores. Diakses Desember 2019.

Tinggalkan Komentar

#