Inilah Ragam Penyebab Sakit Punggung pada Wanita

Tak selalu karena cedera saat beraktivitas, nyatanya ada banyak penyebab sakit punggung pada wanita yang tak bisa disepelekan.

Penyebab sakit punggung pada wanita

Dalam banyak penelitian, diketahui bahwa wanita memiliki risiko lebih tinggi dan lebih rentan mengalami sakit punggung dibandingkan pria. Perbedaan prevalensi ini pun akan semakin meningkat saat wanita sudah memasuki masa menopause.

Hal ini terkait dengan massa tulang pada wanita yang lebih kecil dibanding pria. Di samping itu, hormon seks wanita juga memainkan peran penting dalam etiologi dan patofisiologi berbagai penyakit degeneratif muskuloskeletal. Di mana wanita akan mengalami penurunan kadar hormon estrogen seiring dengan usia yang semakin menua.

Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab sakit punggung pada wanita. Beberapa diantaranya bahkan hanya dialami oleh wanita. Apa saja itu? Berikut uraiannya.

Ragam Penyebab Sakit Punggung pada Wanita

1. Sindrom pramenstruasi

Sindrom pramenstruasi (premenstruation syndrome, PMS) merupakan tanda-tanda yang muncul sebelum datangnya tamu bulanan wanita. Gejalanya termasuk keluhan fisik dan mental, seperti nyeri punggung, sakit kepala, kram perut, mood swing, kesulitan berkonsentrasi dan lain sebagainya.

Penyebab kondisi ini utamanya terkait dengan perubahan hormon estrogen juga progesteron di dalam tubuh wanita menjelang dan saat menstruasi. Biasanya PMS terjadi selama beberapa hari sebelum menstruasi dan berakhir dalam satu hingga dua hari setelah dimulainya menstruasi.

Baca juga: Tips Agar Cepat Haid Bagi yang Belum Pernah Menstruasi

2. Endometriosis 

Penyebab sakit punggung pada wanita selanjutnya adalah endometriosis. Kondisi yang hanya dialami oleh wanita ini terjadi saat endometrium (jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim) tumbuh di luar rahim.

Gejala utama endometriosis adalah nyeri hebat di punggung bawah atau perut bagian bawah selama menstruasi. Kondisi ini bahkan dapat berlangsung selama lebih dari seminggu.

Beberapa gejala lain yang dapat menyertai, yakni volume darah yang berlebihan saat haid, adanya perdarahan di luar siklus haid, nyeri di daerah kelamin secara terus terus-menerus atau berulang ketika akan, sedang atau setelah berhubungan intim, nyeri saat buang air kecil atau buang air besar dan lainnya.

3. Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi dimana kepadatan tulang menjadi berkurang sehingga tulang menjadi keropos dan mudah patah. Wanita di usia pasca menopause 4 kali lebih mungkin terkena osteoporosis dibandingkan pria akibat defisiensi hormon estrogen yang berperan penting dalam mempertahankan kepadatan tulang.

Osteoporosis dapat menyebabkan fraktur kompresi pada tulang belakang yang mengakibatkan nyeri punggung akut. Selain itu, postur tubuh pun akan menjadi membungkuk disertai penurunan tinggi badan.

4. Coccydynia (nyeri tulang ekor)

Nyeri tulang ekor sebagian besar terjadi akibat trauma. Kondisi ini lebih sering dialami wanita karena adanya perbedaan bentuk dan sudut panggul serta akibat cedera saat melahirkan.

Tulang ekor sendiri berfungsi sebagai penopang beban saat duduk. Karena itu, cedera yang terjadi pada daerah ini dapat menyebabkan nyeri terus-menerus dalam waktu yang relatif lama, terutama saat duduk atau pada aktivitas apa pun yang memberi tekanan pada bagian bawah tulang belakang.

5. Spondylolisthesis degeneratif

Seiring bertambahnya usia, tulang belakang akan menjadi lebih lemah dan rapuh sehingga lebih rentan mengalami cedera dan bergeser dari posisi normalnya. Bergesernya tulang belakang dari posisi normalnya akibat degenerasi ini disebut dengan spondylolisthesis degeneratif.

Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita pasca menopause, akibat rendahnya kadar estrogen di dalam tubuh. Ketika kadar estrogen menjadi lebih rendah, akan terjadi peningkatan degradasi diskus vertebra dan melonggarnya ligamen yang menahan vertebra secara bersama-sama, sehingga menyebabkan ketidakstabilan tulang belakang.

Spondylolisthesis degeneratif dapat menyebabkan timbulnya gejala berupa nyeri punggung bawah yang dapat menjalar hingga ke kaki dan klaudikasio neurogenik (nyeri saat berjalan) apabila sumsum tulang belakang ikut tertekan.

6. Osteoartritis tulang belakang

Osteoartritis tulang belakang merupakan bentuk peradangan kronis pada sendi facet (pasangan sendi yang berada di bagian posterior tulang belakang) akibat dari kerusakan tulang rawan fibrosa pada sendi facet. Penyakit ini sering terjadi pada wanita dan risikonya akan semakin besar terkait dengan pertambahan usia dan atau kenaikan berat badan.

Saat tulang rawan yang merupakan bantalan pelindung tulang mengalami kerusakan, maka akan mengakibatkan terjadinya gesekan langsung antar tulang. Lambat laun, gesekan  ini akan merusak dan menyebabkan peradangan pada sendi.

Osteoartritis yang terjadi di tulang belakang dapat menyebabkan beragam gejala, seperti nyeri di punggung atas atau bawah hingga dapat menjalar ke selangkangan, bokong dan paha, punggung sering terasa kaku dan nyeri di pagi hari serta rasa sakit parah di punggung yang muncul sesekali waktu.

7. Sindrom piriformis

Dalam beberapa kasus, penyebab sakit punggung pada wanita dapat diakibatkan oleh sindrom piriformis. Kondisi yang terjadi saat otot piriformis menekan saraf ischiadicus atau saraf skiatik, yakni saraf terpanjang dari tubuh yang berawal dari saraf tulang belakang dan bercabang hingga ke kaki.

Oleh karena itu, kondisi ini sering menyebabkan penderitanya merasakan rasa nyeri di area bokong yang menjalar hingga ke belakang paha dan kaki. Selain itu, penderitanya juga sering mengalami sakit saat bangun dari tempat tidur dan ketidakmampuan untuk duduk dalam waktu lama.

Jangan Ragu untuk Segera Memeriksakan Diri

Ada begitu banyak penyebab sakit punggung pada wanita, bahkan kehamilan dan berat badan berlebih pun turut serta di dalamnya. Oleh karena begitu beragamnya penyebab, maka untuk memastikan dan memperoleh pengobatan yang tepat diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Maka jangan ragu dan menunda-nunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter, terlebih bila sakit punggung yang dialami sudah berlangsung cukup lama dan menimbulkan gejala lain sehingga memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.

  • Mayo Clinic Staff, Mayoclinic. 2020. Back pain, symptoms & causes. Diakses Oktober 2020.
  • Erica Hersh, Healthline. 2020. What Can Cause Lower Back Pain in Women?. Diakses Oktober 2020.
  • Mary George, MD, Spine-health. 2019. 7 Back Pain Conditions That Mainly Affect Women. Diakses Oktober 2020.
  • Schneider, Sven MA, Randoll, Dorothee Dipl Buchner, Matthias MD, Journals.lww. 2006. Why Do Women Have Back Pain More Than Men?: A Representative Prevalence Study in the Federal Republic of Germany. Diakses Oktober 2020.
  • Yì Xiáng J. Wáng, Jùn-Qīng Wáng, and Zoltán Káplár, Ncbi.nlm.nih. Increased low back pain prevalence in females than in males after menopause age: evidences based on synthetic literature review. Diakses Oktober 2020.
  • Adele Jackson-Gibson, Prevention. 2020. 8 Reasons Why You May Have Lower Back Pain. Diakses Oktober 2020.
  • Oawj. Common causes of back pain in women. Diakses Oktober 2020.

Tinggalkan Komentar

#